Surabaya

Usai Tetapkan 14 Tersangka Demo Buruh, Polda Jatim Pulangkan 620 Remaja Pasca Kerusuhan

Surabaya – Metroliputan7.com, Pasca unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law, Polri sudah melakukan pengamanan secara preventif.

Namun pada aksi unjuk rasa kemarin, ada tindakan tindakan yang diluar dalam mengemukakan pendapat.

Polda Jatim sudah mengamankan sejumlah orang baik di Surabaya maupun Malang sebanyak 634, dengan rincian, Malang ada 129 dan Surabaya 505.

Saat ini mereka semua telah dilakukan proses pemeriksaan, dan di massa pandemi, mereka juga dilakukan Rapid Test dan Swab Test.

Pemeriksaan yang sudah dilakukan, bahwa kebanyakan mereka ini hanya ikut ikutan dan tidak mengetahui esensi apa yang menjadi tujuan aksi unjuk rasa.

Total 634 orang yang diamankan, 620 yang ada di wilayah Malang dan Surabaya dikembalikan ke orang tua, dan 14 orang ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan terkait dengan Pasal 170 atau pengerusakan bersama sama.

“Setelah kita amankan 634 orang, sebanyak 620 orang kita kembalikan atau pulangkan ke orang tua mereka.

Empat Belas (14) orang kita tetapkan sebagai tersangka, sesuai dengan Pasal 170 tentang pengerusakan secara bersama sama,” kata Kombes Trukoyudo Wisnu Andiko, Kabid Humas Polda Jatim, Jumat petang (9/10/2020).

Kejadian kemarin, banyak Fasilitas Umum (Fasos) yang mengalami kerusakan, seperti pagar Gedung Negara Grahadi Surabaya roboh, mobil Polisi yang dirusak dan masih banyak fasilitas umum yang rusak. Berharap, orang tua bisa memberikan nasehat kepada anak anak mereka agar tidak melakukan tindakan yang memang mereka tidak mengetahui.

“Saya berharap, agar orang tua bisa memberikan nasehat kepada anak mereka agar tidak ikut didalam kegiatan yang mana mereka tidak mengetahuinya,” pungkasnya.

Suara penyesalan juga di sampaikan oleh orang tua para pendemo yang sempat diamankan oleh aparat kepolisian.

Isna orang tua salah satu mahasiswa dari perguruan tinggi swasta surabaya mengungkapkan, bahwa mengkhawatirkan kondisi putra nya pasca kejadian kerusuhan.

“Dapat informasi dari teman satu perguruannya, bahwa putra ku di tangkap aparat dan di bawa ke Diskrimum Polda Jatim, ini menjadi pelajaran berharga bagi saya sebagai seorang ibu, khawatir mas,” ungkapnya.

Journalist : Daman & Adi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker