Surabaya

Gubernur Jawa Timur Berharap Pandemi Covid-19 Dijadikan Momentum Penerapan (K3)

Surabaya – Metroliputan7.com, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berharap pandemi Covid-19 dijadikan momentum penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan masing-masing.

“Dijadikan momentum untuk semakin konsentrasi ke (K3), mengingat tidak sedikit yang tertular Covid-19 di lingkungan kerja,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Minggu (11/10/2020).

Menurut beliau, (K3) merupakan kunci penting keberlangsungan usaha dan perlindungan pekerja atau buruh dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Lanjut, Saat ini Pemerintah, Pengusaha, hingga pekerja menengah menghadapi tantangan besar dalam upaya memerangi Pandemi Covid-19, serta melindungi Keselamatan dan Kesehatan di lingkungan kerja.

Gubernur perempuan yang pertama kali di Jatim ini, meyakini apabila seluruh ketentuan dan Budaya K3 dilaksanakan sesuai Standar plus Protokol Pencegahan maka tempat kerja akan terhindar dari penyebaran Virus Corona.

“Ini akan menjadi pekerjaan rumah semua Perusahaan, bukan cuma yang berskala Besar, namun juga Perusahaan yang berskala menengah dan kecil, semua punya risiko penularan yang sama, jika tidak diantisipasi dengan pencegahan secara sistemik,” ucapnya.

Selain itu orang Nomor satu di Pemprov Jatim tersebut mengimbau kepada Dunia Usaha untuk menjadikan (K3) sebagai Investasi Perusahaan yang dapat meningkatkan Produktivitas Perusahaan agar terjaga dan semakin meningkat.

“(K3) tersebut dilakukan untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta menjamin tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja agar mendapat perlindungan atas keselamatannya,” katanya.

Gubernur Khofifah pada Jumat (8/10/2020) kemarin, menerima penghargaan sebagai Pembina (K3) terbaik Tahun 2020 dan menyampaikan Apresiasi kepada semua Pelaku Usaha di Jatim yang telah berkomitmen menerapkannya.

Tak itu saja, penghargaan juga diberikan kepada 226 Perusahaan asal Jatim karena tercatat Nihil Kecelakaan (zero accident).

Kemudian, penghargaan (SMK3) diberikan kepada 318 Perusahaan asal Jatim, dan Penghargaan Program pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja diberikan kepada 36 Perusahaan asal Jatim.

Journalist : Red

Editor : Daman

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker