Ponorogo

Ponorogo Aman Tidak Pernah ada Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Hingga 3 Bulan Kedepan Sampai Desember 2020, Dapat Tambahan 12.512 ,00 Ton dari Pemerintah

Ponorogo – Metroliputan7.com, Pemerintah kabupaten Ponorogo dalam rangka memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi dari 5 jenis pupuk ( Urea, SP36, Phonska, Za dan Organik ).

Ponorogo untuk thn 2020 hanya mendapat jatah 79 tibu ton dan tambahan diawal bulan Oktober sekitar 12,5 ribu ton, atau total menjadi 91,5 ribu ton sehingga ada pengurangan sekitar 18,5 ribu ton.

Tapi tidak bakal kurang karena Pemkab Ponorogo telah memberi bantuan Pupuk Organik Cair kepada petani di Ponorogo, apalagi POC Gratis sementara pupuk bersubsidi dibeli dengan harga murah.

Soal berkurangnya jatah pupuk subsidi di Ponorogo tahun 2020 jika dibanding tahun lalu cukup banyak tetapi menurut Andi hal itu tidak ada masalah, jika mengacu tahun lalu jatah pupuk Ponorogo 110 ribu ton tapi untuk tahun 2020 Ponorogo mendapat jatah 79 ribu ton.

Sedangkan kelompok tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi cukup hanya mengisi blangko yang ditanda tangani Kepala Dinas Pertanian setempat bisa mendapatkan pupuk dengan syarat sudah masuk RDKK.

Sejak awal dibenarkan bahwa Ponorogo tidak pernah ada kelangkaan pupuk subsidi bhkan stok pupuk cukup sampai 3 bulan kedepan menurut Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo.

Dijelaskan Andi berita tentang sulitnya mendapatkan pupuk subsidi dikalangan petani di Ponorogo itu tidak ada barangnya itu tidak benar.

“Sebenarnya pupuk bersubsidi di Ponorogo itu ada dan melimpah, Ponorogo masih aman masih ada 9,9 ribu ton yang ada di Distributor dan kios-kios pupuk.

Ponorogo mendapatkan tambahan pupuk sebanyak 12,512 ribu ton sehingga total jumlah 22.441.59 ton,” katanya.

Lanjut, Masih sangat cukup untuk kebutuhan petani sampai akhir Desember 2020, alokasi pupuk di Ponorogo 3 bulan kedepan tercukupi dari 5 jenis pupuk (Urea, SP36,Phonska, Za, Organik ) 9929 ton.

Tambahan per 5 oktober 2020 sebanyak 12.512 ton sedang stok pupuk per 6 oktober 2020 sebanyak 22.41,59 ton.

“Dengan mekanisme mulai september”.

Kemarin dengan kartu tani, sehubungan dengan kartu tani belum siap semua saat ini dengan cara manual dengan mengisi blanko RDKK masing-masing petani dikumpulkan kelompok tani secara bersama dan ditebus ke kios pupuk, dengan luas areal di Ponorogo 34.000 ha lebih dengan 1894 poktan.

“Untuk tahun 2021 proses RDKK dengan Kartu tani.

Sedangkan menurut catatan sampai saat ini dari 109.000 kartu tani yang direalisasi oleh BNI 46 adalah
78.000 untuk tahap pertama dan 17.000 untuk tahap kedua, direncanakan bulan Nopember rampung,” Ungkapnya.


Jouernalist : KP Dharmanto Soeryonagoro

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker