Kal-Bar

Asidewi Mengembangkan Desa Wisata di Perbatasan Indonesia – Malaysia

Sambas – CNN, Dalam rangka pengembangan kapasitas dan kompetensi di Desa Wisata Sebubus Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas Kalimantan Barat berbatasan dengan Malaysia.

Bersama beberapa lembaga yang tergabung dalam NGO Earthqualizer, Sahabat Hutan Lestari, Asidewi dan Yuk Kita Jelajah Katulistiwa bekerjasama dengan Disparpora Kabupaten Sambas ini, mengadakan kegiatan berlangsung selama 5 hari dimulai 14 Oktober dan berakhir pada 18 Oktober 2020.

Pentingnya pemetaan, menumbuh kembangkan ekonomi dan mengenalkan Potensi Daerah terpencil lewat Pariwisata, menurut Ketua Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) ia menuturkan, dengan diawali pelatihan kegiatan dalam bentuk “Cross Borneo Expedition” dapat membuming ke Dunia luas.

Yuwono memaparkan, rangkaian Cross Borneo Expedition ini diawali dengan menyusuri hutan mangrove menggunakan jukung (perahu) oleh kelompok nelayan.

“Selain hutan potensi disini ada peternakan Lebah Kelulut (Madu Kelanceng) kuliner dari bahan lokal, pemanfaatan lahan untuk kedaulatan Pangan Desa, serta kawasan pesisir yang Indah ini bisa dikemas menjadi satu kesatuan,” Ujarnya.

”Inisiasi Desa wisata adalah salah satu pilihan untuk membangun di perbatasan.

Harapan kedepannya, Desa ini akan menjadi etalase Indonesia untuk produk Pariwisata berbasis Masyarakat dari spirit kearifan local dengan niat menuju Desa Wisata hebat Bangsa bermartabat itu akan terwujud di Daerah ini,” pungkasnya.

Adanya para pejuang Desa ini Otomatis segala perubahan Positif bisa memberi spirit dari kearifan local menuju Desa Wisata hebat dan bermartabat.

Untuk itu Dinas terkait dapat memberi perhatian lebih bagi pejuang Desa Khususnya yang berada di perbatasan.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka Pemda Kabupaten Sambas Kalimantan barat, memberikan supportnya yang disampaikan pada hari ke 5 sampai 18 Oktober di tutup dengan Edukasi Konservasi Penyu di Pantai Belacan Camp WWF Pantai Paloh Kabupaten Sambas Kalimantan Barat dengan melepaskan 40 tukik di umur Dua (2) hari, dan di kawal langsung oleh petugas Enumerator BPSPL Pontianak yang berasal dari Pokmaswas Kambau Borneo dan Pokmas Wahana Bahari.

Journalist : Nang/Div

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker