Jakarta

Guru Penggerak Ujung Tombak Keberhasilan Pendidikan Nasional

Jakarta – Metroliputan7.com, Program Guru Penggerak sudah berjalan untuk angkatan 1. Sejumlah guru yang lulus pada seleksi angkatan 1 mulai melakukan pendidikan dan latihan sejak tanggal 05/10/2020.

Sebanyak 2.400 Calon Guru Penggerak (CGP) mengikuti lokakarya awal bersama para pemangku kebijakan termasuk Mas Menteri Nadim Makarim (Mendikbud).

Dalam sambutannya, Mas Menteri berharap angkatan 1 ini bisa mengikuti Program Guru Penggerak (PGP) dengan penuh semangat dan dari ketulusan hati untuk mendidik.

Masih dalam sambutannya, diharapkan angkatan 2 dan seterusnya bisa terserap dan terjaring lebih banyak lagi.

Di bulan pertama Calon Guru Penggerak (CGP), Mulyana Jurjani peserta 1dari SDN Burangkeng 04 Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi, diajak untuk memahami kerangka berpikir Ki Hajar Dewantara.

Berangkat dari sejarah berdirinya Sekolah Taman Siswa. Bagaimana proses perjuangan awal yang penuh perjuangan. Keterbatasan layanan pendidikan hanya untuk kalangan tertentu.

Hal ini menjadi bagian untuk menumbuhkan semangat kemerdekaan belajar.

Slogan “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani” menjadi ruh pendidikan Indonesia, penuh makna yang cocok diterapkan sampai kapanpun.

Menuntun, mendampingi dan bergerak bersama serta terus memotivasi agar cita-cita tujuan anak dan bangsa Indonesia terwujud.

Pendidikan merupakan proses perjalanan panjang bukan hanya orientasi pada nilai akhir. Pendidikan berarti juga membuka ruang agar apa yang disemai menghasilkan panen yang baik. Diibaratkan seperti bercocok tanam, kembangkan dan tumbuhkan minat bakat anak sesuai kodrat alam dan jaman yang ada.

Benih bagus namun jika dibiarkan dan tidak diberi pupuk akan kurang bagus hasilnya. Selaras dengan anak didik, bahwa secara kodrat mereka sudah memiliki potensi bawaan tinggal Guru mengarahkan dan memantiknya agar lebih bernilai.

Semoga PGP ini bisa menjadi ujung tombak pada keberhasilan pendidikan nasional. Menuju Merdeka belajar. Orang tua sebagai pendidik awal sang anak harus sinergi dengan PGP.

Rasanya mustahil jika tanpa sinergi yang baik antara Orang Tua, Guru, Kepala Sekolah dan Murid, menjadikan ekosistem pendidikan yang mendukung pada nilai luhur pendidikan.

Metode PGP saat ini cukup variatif dengan menggunakan aplikasi virtual, seperti Google meet, Zoom, Streaming YouTube, dan lain sebagainya. Sementara masing-masing CGP mendapat tantangan melalui LMS. Selamat kepada para CGP semoga bisa menjadi inspirasi bagi murid dan guru lain serta mengembangkan program serta tujuan pendidikan Indonesia.

Perubahan kecil di kelas dan sekolah akan bisa menjadi perubahan besar dengan semangat kebersamaan atau gotong royong.

Journalist : Nang/Ahmad H

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker