Surabaya

Ditengah Pandemi Covid-19 Setijono Sediakan Makan Gratis, Tiap Hari 100 Porsi

Spread the love

Surabaya – Metroliputan7.com, Antrean sudah mengular sebelum lapak makan gratis dibuka.Mau makan gratis? Dengan lauk rumahan yang enak? Langsung saja ke lapak Pak Setijono yang berada di kawasan Jl. Kedungsari, Surabaya, persis di seberang Hotel Metro. Sepiring nasi putih, ditambah lauk dan sayuran, pasti bisa Anda dapatkan jika beruntung.

Beruntung? Ya, beruntung. Karena sejak dua bulan lalu, awal Yoni sapaan Pak Setijono membuka lapak makan gratisnya antrean selalu sudah mengular sebelum jadwal layanan memberikan makanan itu dimulai.

“Biasanya kami sudah bersiap-siap sebelum jam 10.00. Terus mulai melayani orang-orang jam 11.00, sampai habis. Setiap hari, sebelum jam 11.00, kadang orang-orang sudah menunggu. Antreannya panjang, seperti yang sampean lihat ini,” terang Yoni membuka obrolan saat temui awak media, Sabtu, (31/10/2020).

Yoni memang punya usaha warung makan kecil-kecilan yang berada di sebuah kampus di kawasan Semolo Waru. Dari hasil berjualan di kantin kampus tersebut, Yoni yang mengaku tinggal di Kampung Malang, menghidupi 11 anaknya. Dari hasil berjualan di kantin itu juga kemudian Yoni sisihkan sebagian penghasilannya untuk membuka lapak makan gratis.

Awalnya Yoni merasa terbantu dengan beberapa langganannya di pasar tempat dirinya dan istri biasa berbelanja bahan makanan untuk kantin usahanya. “Kok ya Gusti Allah langsung memberikan jalan. Tiba-tiba saja langganan tempat kulakan belanjaan memberi bahan-bahan dengan pembayaran di belakang,” papar Yoni.

Begitu juga dengan tukang ayam potong langanannya di pasar juga minta supaya Yoni membawa dulu ayam-ayam yang sudah dipotong untuk bahan masakannya. “Karena itulah hampir setiap hari ada lauk ayam yang kami sediakan, ditambah sayur lainnya dan kadang ada buah juga,” tutur Yoni yang tahun ini berumur 55 tahun itu.

Saat berbincang dengan awak mrdia, seseorang yang mengaku dari Sumber Mente sebuah toko Mente di kawasan Ngagel Jaya, turun dari motornya untuk menyerahkan dua kantong plastik besar kerupuk kepada Yoni. “Mohon diterima Pak Yoni. Ini dari Sumber Mente,” ujar bapak yang turun dari motor.

Menurut Yoni ini untuk kesekian kalinya orang datang ke lapaknya memberikan sesuatu guna melengkapi sajian makan gratis. “Sebelumnya juga ada beberapa orang yang mengirimkan telur, minyak goreng, sayuran. Ada juga yang langsung memberikan beberapa sak beras. Syukurlah,” kata Yoni menunduk.

Bersama istri dan tiga anak laki-lakinya, Yoni setiap hari mulai sekitar jam 11.00 siang melayani siapapun yang datang ke lapaknya untuk makan gratis. Istrinya yang meracik sayuran diatas nasi yang sudah ditata sedemikian rupa oleh anaknya. Anaknya yang lain bertugas memberikan sendok dan segelas air mineral.

Sesekali Yoni melihat antrean yang masih panjang dibelakang lapaknya yang adalah sebuah sepeda motor roda tiga, mencoba mengira-ngira apakah nasi dan lauk serta sayuran yang sudah disiapkan hari itu mencukupi untuk dibagikan.

Setiap hari Yoni menyediakan sekurangnya 100 porsi makan dan lauk serta minuman air mineral bagi masyarakat. Yoni menyediakan Nasi Pecel dengan lauk Opor Ayam, ditambah kerupuk. “Menu tidak sama kok setiap hari. Yang pasti nasi putih dan lauk,” kata Yoni.

Ditanya apa yang melatarbelakangi dirinya membuka lapak makan gratis untuk semua orang, Yoni hanya geleng-geleng kepala sambil menundukkan wajahnya. “Berbagi saja buat orang lain,” ujar Yoni tersenyum.

Sementara itu, ditemui sedang menyantap dengan lahap sepiring sajian lapak makan gratis untuk semua orang, Dayat pengemudi ojek online mengaku sangat beruntung dan berterimakasih sekali ada orang-orang seperti Pak Setijono alias Yoni yang menyediakan makan gratis bagi semua orang termasuk dirinya.

“Tidak setiap hari kesini. Ini sangat luar biasa sekali, Gratis tapi makanannya enak. Makanan rumahan. Meskipun harus antre dulu gak papa. Lumayan menghemat ongkos makan siang,” ujar Dayat tertawa.

Yoni mengakui setelah diliput sejumlah media, makin banyak orang datang memberikan banyak barang bantuan, bahan pangan, sayuran, termasuk uang untuk dipakai mengelola lapak makan gratis untuk semua orang tersebut.

“Yang penting tetap bisa berbagi buat orang lain,” pungkas Yoni.

Journalist : Nang/Mr

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker