Surabaya

(GMDM) Mengadakan Silaturahmi DPP, DPD Jatim dan DPW Surabaya di BG Jungtion Mall

Spread the love

Surabaya – Metroliputan7.com, Acara di Hadiri Ketua Umum GMDM yaitu Jefry Tambayong SH, dewan pendiri Else Nayoan Tambayong Sekjend yaitu Vernando dan DPW kota Surabaya Yaitu Yayuk wahyuningsih ST beserta Staf Dan anggota DPW dan DPD Jatim untuk mengikuti acara silaturahmi dan temu kangen, 3 November 2020.

Ketua Umum GMDM Jefry Tambayong mengungkapkan, ini silaturahmi dan temu kangen dengan ketua umum dengan DPD Jatim dan DPW kota surabaya, saya memberikan apresiasi Untuk Teman teman DPD Jatim Dan DPW kota surabaya ini dan Ada dari lumajang, malang dan beberapa daerah di Jawa Timur juga turut Hadir dalam acara yang sangat sederhana ini.

Dari kota lain selain surabaya mereka berharap agar mempunyai semangat Yang Sama untuk menjadikan Jatim Bersinar, Indonesia Bersinar.

Untuk tujuan acara hari ini yaitu Ajang temu kangen dan bersyukur kepada Tuhan sehingga bisa mengadakan acara temu kangen dengan Tamu istimewa yaitu bapak Jefry Tambayong dan Else Nayoan beserta team jajarannya dengan kesibukan masalah Rehabilitasi beliau di jakarta dan bahkan di luar negeri.

“Hari ini beliau ada Di kota surabaya ini jadi fokus terkait masalah Rehabilitasi di kota surabaya ini saya bisa Hadir di tengah Acara hari ini temu kangen anggota dan ketua DPW atau DPD Jatim ini untuk menyemangati mereka jangan pernah menyerah Give Up, never stop untuk surabaya Jatim bersinar dan harus berada di Garda depan jangan pernah takut selama kebaikan kita akan menu ianya,” tegasanya.

Tentang masalah narkoba di kota surabaya masih banyak yang menggunakan bahkan menjual bebas kepada anak anak di bawah umur sehingga kami GMDM wajib memberantas peredaran dan bekerjasama dengan Anggota kepolisian dan BNN kota surabaya ini.

“Tentang P4GN ini Jatim semua Harus berjuang dan tentu kalau belum maksimal Artinya kita tetap dukung Polri, kita tetap mendukung BNN untuk memberantas para bandar dan pengguna, mendukung program pemerintah, ada sinergi karena sesuai Inpres nomor 2 tahun 2020 yaitu untuk swasta maupun pemerintah dan Masyarakat wajib bergerak untuk memberantas narkoba dan perang dalam bandar-bandar narkoba,” ujarnya.

Kalau kinerjanya tentu yang pasti saya lihat baik-baik saja artinya tidak ada sorotan tidak melakukan sesuatu karena cukup banyak juga penangkapan penangkapan yang dilakukan oleh BNN maupun Polda dan lain sebagainya walaupun harus lebih dimaksimalkan lagi dan harus ada terjadi sinerginitas dari semua masyarakat dan komponen.

“Sehingga Jangan lagi ada barang barang bukti yang dibawa sema dibawa steja dibawa ke server yang dimasukkan penjara harusnya di rehab sehingga bisa dibina secara benar,” ucapnya.

Kalau revitalisasi yang kurang baik bagaimana jangan dibilang jelek dibina lah mereka supaya mereka bisa memperbaiki segala macam tempat rehab itu supaya lebih baik pemerintah tidak bisa nampung pecandu, diberikan ke swasta Kalau swasta ada yang tidak baik ya dibina agar mereka bisa lebih baik sehingga harapan Humanis terhadap para penyalahgunaan dan pengguna narkoba benar ditegakkan dan jangan lagi dipusingkan dengan penggunaan dan penyalahgunaan.

Kalau pengguna harus direhab kalau penyalahguna biar barang bukti yang dibawa sema harus ditetapkan karena dia tidak melaporkan diri Pertanyaan saya kalau ada 10. 000 orang dari 10 orang saja untuk melaporkan diri cuma cuma belum tentu ada akhirnya yang masuk bukan pengguna masalah penyalahguna kalau ini siap penuhlah penjara over kapasitas 300 sampai 500% ahirnya gara-gara kata pengguna atau penyalahguna.

Pengguna ialah orang lpw harus Wajib Lapor tapi mana ada banyak orang yang mau lapor begitu begituan jadi ditangkap barang dibawa sama tim TAT ( tim assismen terpadu).

Mereka harus segera beri rehabilitasi jangan dibawa sidang, udahlah masa 0,1. 0,2 sampai 1 gram kasihan mereka itu. Jadi semangat semangat ini harus benar-benar diterapkan semua jangan sampai ujung-ujungnya waktu yang dilihat itu tergantung dengan peraturan pemerintah atau tergantung UUD.

Itu tidak boleh ini wartawan-wartawan harus mengawasi supaya demi generasi muda diselamatkan.

Untuk Pilkada Saya berharap ormas anti narkoba kerjasama datang ke semua calon yang akan memimpin Surabaya bikin fakta integritas atau apa komitmen mereka.

Surabaya Kota yang indah tapi jangan lupa Surabaya pecandu narkoba nya juga banyak jadi apa difinisi mereka.

Ketika mereka menjabat menggantikan Bu Risma, apa yang mereka lakukan, Jangan cuma bangun Jalan, Sumber Daya manusianya yang harus diperhatikan,” tutur Jefry ( EAS).

Journalist : Eko

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker