Surabaya

DPP FPMI Bersatu (Front Pemuda Madura Indonesia) Tim Pemenangan Machfud Arifin-Mujiaman

Surabaya – Metroliputan7.com, Paslon Nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman membuka pidatonya dengan mengucapkan Assalamualaikum kepada seluruh Warga Surabaya yang bertempat di Jalan Bolodewo No.33-35, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto Surabaya, Kamis (5/11/2020) jam 15:00 wib.

Dukungan terus diperoleh oleh pasangan Calon Walikota Surabaya Machfud Arifin dan Calon Wakil Walikota Mujiman dalam menghadapi Pilwali 2020, dukungan kali ini datang dari Sesepuh Madura FPMI dan Laskar Blater ” Otok-otok Sanduran Keluarga Madura Surabaya.

Dukungan dari LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) FPMI (Front Pemuda Madura Indonesia) juga turut hadir Dewan Pimpinan Pusat :

  1. Ketua Umum DPP- FMPI : H. Didik Junaedi.
  2. Ketua Dewan Pakar DPP-FPMI : R H. Norman Zein N, SE.
  3. Sekjen DPP-FPMI : R M. Ali Zaini.
  4. Dewan Pengawas : Abah Manan.

-Ketua umum I : H. Abdul Chodir Djaelanie, SH.
-Ketua umum II : H. Muhammad (Keputran).
-Ketua umum III : Moh. Nasir (Rabesan BKL).
-Ketua umum IV : Ali Wava (Rabesen Sampang).
-Ketua umum V : Samsuri (Hore Gundi).
-Ketua umum VI : Sadenar.
-Ketua umum VII : Azis (Boros Balong Sari).
-Ketua umum VIII : Junaedi Manan.

R.a Latif Amin imron selaku Bupati Bangkalan beliau menyempatkan waktunya untuk berkunjung serta silaturrahmi ke Surabaya, dalam acara kampanye Pilwali di Jalan Bolodewo No.33-35, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto Surabaya.

Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatul Qulub Kyai H. Zainudin Khusni juga turut hadir, beserta pengamanan ketat dari Polsek Simokerto dan Polwiltabes Surabaya, untuk protokol kesehatan memakai masker dan cuci tangan.

“Progam Paslon Nomor urut 2 akan diberikan 1 juta per/orang untuk Warga yang terdampak Covid-19, dan akan menyejahterakan para Pedagang Kaki Lima (PKL) juga masyarakat yang terdampak, serta diusahakan dan diklirkan juga Surat Ijo,” ucapnya Machfud.

Machfud Aripin juga melihat kondisi pasar-pasar di Surabaya banyak dikeluhkan oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sering kena obrak Satpol PP, padahal pasar bisa menjadi penggerak roda ekonomi Surabaya.

”Masih banyak pasar tradisional kondisinya memprihatinkan, misalnya Pasar Turi yang lebih dari 10 tahun menjadi Pasar Turu (Tidur),” sindir Machfud.

Sebagai penutup acara warga sontak menyanyikan lagu Yel-yel Machfud Aripin-Mujiaman Memang-Memang..!!

Journalist : Munawar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker