Sidoarjo

Jangan Jadikan Kami Korban dari Oknum Yang Tidak Bertanggungjawab

Sidoarjo – Metroliputan7.com, Dikeluhkan karyawan PT. Nas selama hampir 5 bulan belum ada yang digaji yang beralamatkan di jalan Raya Juanda Sidoarjo Ruko Permata Juanda pergudangan 88, Blok B-33 Pabean Sidoarjo.

Arveni Dwi Pitaloka selaku perwakilan karyawan yang beralamatkan di Ruko Bisnis Center, Desa Sawo Tratap, Kecamatan Gedangan Sidoarjo, mengadukan keluhannya kepada Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) Surabaya, Kamis (12/11/2020).

Masih Arveni Dwi Pitaloka, menanyakan kejelasan terkait gaji karyawan yang sampai saat ini belum di berikan kepada PT. Nas, pada 25 September 2020.

Untuk itu kepada Pak Nanang Nas⁩ dan Pak Rifai Nas⁩ serta Pak Oki Nas⁩, untuk segera mempertanggungjawabkan gaji kami para karyawan PT. Nas, kami menuntut hak kami yang belum dibayar, dan juga ketidak beresan dengan manajemen baru, dan berantakan.

Kami semua meminta agar atasan PT. Nas bertanggungjawab atas gaji yang belum dibayar kepada kami selaku karyawan PT. Nas, dan yang kedua permasalahan di buka kembali PT. NAS yang baru ini, perlu di pertanggungjawabkan karna status kami masih sebagai karyawan PT. Nas, dan status kami belum ada surat pemutusan hubungan kerja.

“jika memang ada pergantian menejemen yang baru dengan karyawan baru, seharusnya ada pemberitahuan dulu kepada kami yang notabenya masih sebagai karyawan PT. Nas lama,” kata Arveni Dwi Pitaloka saat diwawancarai oleh awak media selaku perwakilan.

“Radior Dirgantara telah melakukan serah terima karyawan kepada PT. Nas secara otomatis sudah menjadi kewajiban PT. Nas untuk membayar Gaji karyawannya tiap bulan dan merupakan haknya karyawan untuk menerima gaji tiap bulan, dengan tidak di bayar gaji karyawan sampai saat ini maka kami (karyawan PT. Nas) memberikan kuasa penuh kepada Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) Surabaya,” saat di konfirmasi kepada Bambang Hardoko selaku anggota LPKNI Surabaya juga membenarkan telah menerima kuasa dari karyawan PT. Nas.

Alhasil dari rapat pada 25 september 2020, Nanang Iskandar meminta estimasi waktu kepada karyawan selama 4 bulan kedepan untuk mengoprasionalkan PT. Nas dan mengusahakan agar gaji karyawan dapat terbayarkan.

Tapi sampai saat ini tidak ada informasi dan penyelesaian terkait masalah tersebut.

“Malah PT. Nas membuka peluang pekerja karyawan yang baru, dan manajemen baru juga tanpa ada pemberitahuan dari manajemen lama,” ujar Arveni Dwi Pitaloka.

Lanjut, Maka dari itu kami hanya menuntut hak kami sebelum dibayar jangan merekrut karyawan baru lagi.

“Tolong PT. Nas jangan dioperasionalkan dengan karyawan yang baru karna sudah jelas status kami masih karyawan dan gaji kami belum dibayar,” tandasnya.

Journalist : Nang

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker