Aceh

Pandemi Tak Hentikan Aktivitas Bandar dan Pengedar, Masuk Semua Desa di Aceh

Aceh -Metroliputan7.com, Semua desa di Aceh sudah terjamah peredaran narkoba dengan tingkat masifnya berbeda-beda, bahkan selama sebelum masa Pandemi Covid 19

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol Drs Heru Pranoto MSi saat menggelar temu ramah dengan Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, SH dan sejumlah pejabat, di pendopo bupati setempat. Senin (16/11/2020).

“Selama ini, pihak Polda Aceh, BNN Provinsi Aceh, dan jajaran Polres di Aceh sudah melakukan penangkapan terhadap para pengedar narkoba. Artinya, meski di tengah pandemi corona ini tidak menurunkan (niat) para pelaku mengedar narkoba,” ujar Brigjen Pol Drs Heru Pranoto.

“Seluruh elemen masyarakat harus betul-betul mewaspadai aksi para bandar dan pengedar barang haram tersebut hingga tingkat desa,” pesan Brigjen Pol Drs Heru Pranoto

“Celah yang dimanfaatkan para pengedar di saat pemerintah sedang fokus melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona, justru pelaku memanfaatkan peluang tersebut untuk melakukan peredaran narkoba,” sambung Brigjen Pol Drs Heru Pranoto.

“Kita akan terus melakukan upaya represif. Dan kemarin, kita berhasil menangkap 19 kilogram ganja, kemudian Polda Aceh juga berhasil menangkap 20 kilo ganja. Jadi, perlu kami sampaikan lagi bahwa peredaran narkoba masih tetap ada,” cetusnya.

“Yang perlu kita ketahui, tidak ada desa yang terbebas dengan peredaran narkoba walaupun tingkat masifnya berbeda-beda,” ungkapnya lagi

“BNN akan membangun ‘Desa Bersinar’ sebagai bentuk wujud nyata menurunkan peredaran narkoba, meskipun program itu belum sampai ke seluruh desa di Aceh,” Kata kepala BNNP Aceh

“Karena, jika desanya kecil, bisa saja untuk jalur dan bisa juga sebagai peredaran dengan tingkat peredarannya kecil,” pungkasnya.

Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim, SH dalam kesempatan yang sama mengatakan dalam sambutannya, “bahaya narkoba mengakibatkan disintegrasi bangsa jika tidak ditanggani dengan serius, di mana kerusakan yang ditimbulkan sangat kompleks. Terutama kerusakan moral,” katanya.

“Akibat menggunakan narkoba, kerusakan yang dialami oleh manusia sangat kompleks, mulai dari kerusakan fisik, mental, keutuhan rumah tangga dan juga moral,” ujar Akmal Ibrahim

“Bahkan, selama ini, di kalangan birokrasi sekali pun aparat penegak hukum tidak luput dari bahaya peredaran narkoba,” tambah Bupati Aceh Barat Daya.

“Semakin hari peredaran narkotika sudah sangat memprihatinkan. Sebab, bahaya narkoba sudah masuk ke semua elemen tanpa mengenal status sosial, pangkat, jabatan, miskin, kaya, tua, dan muda “pungkas Bupati Aceh Barat Daya.

Journalist : LEP

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker