Surabaya

Tipu Korban Hingga 15 Milyar, Ditkrimum Polda Jatim Bekuk Tersangka Investasi Fiktif

Surabaya – MetroLiputan7.com, Subdit 1 Ditkrimum Polda Jatim berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan dengan modus investasi bodong atau fiktif dalam bidang mata uang Asing /Forex.

Tersangka (PP) usia 39 tahun beralamatkan Dusun Siti Marto, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri memperdaya korban Mey Frida Eka Mahaputra 38 tahun dan 20 korban pelapor lainnya untuk menyetor modal investasi di kantor Raga Management dengan iming iming dijanjikan keuntungan 5-6% per bulan.

Berawal dari tersangka (PP) yang mengaku sebagai owner di Raga Management menawarkan kerja sama kepada para korban agar bersedia menyetor uang modal dengan menjanjikan keuntungan sebesar 5% sampai 6% per bulan dengan dibuatkan perjanjian kerjasama penanaman modal investasi untuk transaksi forex namun pada saat jatuh tempo perjanjian kerjasama telah berakhir serta berkas yang diperlukan tidak dapat diambil.

Kesemuanya telah habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi tersangka antara lain untuk membeli rumah dan mobil mewah, dengan keuntungan sebesar 5 sampai 6% per bulan yang dijanjikan oleh tersangka kepada para korban tidak diberikan dengan alasan bersaksi Forex macet terkena imbas pandemi covid 19.

Diketahui tersangka (PP) membeli rumah dan mobil mewah untuk meyakinkan calon korban bahwa tersangka (PP) adalah pengusaha sukses di bidang investasi trading forex dengan harapan agar para calon korban bersedia bekerja sama dan menyetor modal investasi.

Modus perkara tersebut diketahui awalnya pada 6 November 2017 sampai Bulan April 2018.

Korban yang merasa dirugikan melaporkan kasus tersebut 10 Agustus 2020 lewat SPKT Polda Jawa Timur.

Akibat perbuatan tersangka para korban mengalami kerugian materil sebesar 15 miliar, dari kasus tersebut petugas mengumpulkan beberapa barang bukti yang disita dari 20 korban antara lain 23 lembar surat perjanjian kerjasama penanaman modal investasi, 24 slip transfer bank, 8 vendor rekening koran dari berbagai bank.

Selain itu petugas juga menyita beberapa barang bukti mulai dari unit mobil, sebuah rumah, BPKB, STNK, Kartu ATM dan HP pelaku.

Dalam kasus tersebut Tersangka (PP) terancam dikenai pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan atau penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun pidana.

Journalist : Dmnhr

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker