Bojonegoro

Pemdes Prayungan Bersama Warga Realisasikan Batu Sejarah Desa

Bojonegoro – Metroliputan7.com, Sebuah batu berbentuk persegi yang berada di Desa Prayungan Kecamatan Sumberrejo, yang disebut-sebut sebagai benda peninggalan yang bernilai bersejarah.

Hal tersebut diakui oleh Khamsi warga setempat, mengatakan batu tersebut merupakan batu peninggalan jaman dahulu, dengan sebutan batu gilang yang konon katanya merupakan batu peninggalan zaman Mojopahit yang ada kaitanya dengan Sejarah Chok Brosot.

“Batu tersebut merupakan batu jaman dahulu, disebut batu gilang dan selama ini sudah di ketahui oleh warga setempat, namun tidak berani mengambilnya,” terangnya.

Khamsi menjelaskan, sudah banyak yang mengetahui bahwa batu tersebut bernilai sejarah dan bukan batu sembarangan bahkan disebut batu keramat.

Pernah suatu hari terjadi, ada warga sengaja mengambil batu tersebut dan di bawa pulang namun tidak lama di kembalikan ketempatnya.

“Batu-batu tersebut pernah diambil orang namun keluarga dan tetangganya merasa terganggu dan takut sebab pada malam hari mendengar ada suara yang menangis untuk minta pulang, padahal disitu tidak nampak orang menangis,” jelasnya.

Selain itu, Kepala Desa Prayungan H. Imam Rofi’i, membenarkan apa yang di sampaikan oleh para Sesepuh Desa dan benar adanya.

Tetapi kami mempunyai pikiran lain, dengan membuat program penggalian dan pengangkatan serta merawat batu bersejarah tersebut.

“Dengan melakukan penggalian, yang bertujuan untuk merawat batu tersebut, karena kedepannya akan ada pembangunan, baik itu lahan parkir, taman dan sebagainya, ketika itu tidak di angkat justru kesannya kurang baik,” jelasnya.

Oleh sebab itu, sebagai Pemerintah Desa setempat dan Putera Asli Daerah, Ia merasa terpanggil untuk mengangkat cerita batu-batu tersebut agar Dinas terkait di Kabupaten Bojonegoro dapat melestarikan batu yang bersejarah tersebut dan terlebih dapat dijadikan sebagai Objek Wisata.

Kades berharap agar Dinas maupun pihak terkait dapat meneliti dan mengkaji keberadaan batu-batu tersebut, sehingga dapat dicatat sebagai sejarah perjalanan kehidupan manusia terutama di Kawasan Kabupaten.

“kami berencana meneliti bersama Disbudpar dan para ahli termasuk Arkeolog hadir melihat langsung, untuk menjadikan bahan pengetahuan wawasan generasi berikutnya dan ini akan dicatat sebagai barang bersejarah.

Sehingga kedepannya pantaslah untuk dijadikan kunjungan Wisata,” pungkasnya.

Journalist : Fuad Hasan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker