Sidoarjo

Dua Karyawan PT. Pionirbeton Yang di PHK Sepihak

Sidoarjo – Metroliputan7.com, Setelah menunjukkan Kuasa Hukumnya, Dua (2) karyawan yang enggan menyebutkan namanya itu, kini mulai berani terbuka kepada media.

Yoyok Sujarwadi yang semula disamarkan bernama Tony, dan Arifiyanto awalnya yang disebut Budi itu, ternyata sudah menunjuk M. Arief Mujiono, SH. M.H. CLA sebagai Penasihat Hukumnya sejak 14 November 2020.

Dalam keterangan Persnya, Sabtu (12/12/2020), Arif menyebut kedua kliennya itu, semula sengaja dibiarkan untuk Curhat kepada media, karena selama ini belum ada reaksi positif saat mereka mengeluhkan nasibnya kepada Pimpinan PT. Pionirbeton Area Manajer Jawa Timur yang bernama Fahruddin.

Arief menyayangkan sikap manajemen PT. Pionirbeton yang terasa lepas tangan ketika beberapa karyawannya merasa dirugikan ketika menolak untuk dimutasi, apalagi mutasi itu tidak memberikan jaminan hidup dan masa depan yang lebih baik kepada kedua kliennya.

Menurut Alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta ini, kedua karyawan PT. Pionirbeton terpaksa melawan perusahaannya, lantaran :

  1. Bahwa Program Offerig atau Effisiensi yang dilakukan perusahaan pada tahun 2018 dan tahun 2019 adalah 2X Pasal 164 ayat 3 Undang undang No.13 tahun 2013, akan tetapi kenapa Program offerig di tahun 2020 ini perusahaan hanya menawarkan 1X UU No. 13 tahun 2013 dan pesangon memakai dasar Upah tahun 2019..?.
  2. Bahwa berdasarkan UU No.13 th 2003 Pasal 164 ayat 3 berbunyi : Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja/buruh karena perusahaan tutup bukan karena mengalami kerugian 2 (Dua) tahun berturut turut atau bukan karena keadaan memaksa (Force Majeur) tetapi perusahaan melakukan effisiensi/ offering, dengan ketentuan pekerja/buruh berhak atas uang pesangon sebesar 2 (Dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat 2, uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketemtuan pasal 156 ayat 3 dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat 4.

Lanjut Arif, pemutasian kedua karyawan tersebut di tempat barunya tidak sesuai job diskripisi, Perusahaan tidak memberi hak kepada mereka, mulai dari transport, tempat tinggal di tempat barunya dan tunjangan lainnya.

Persoalan ini juga diberlakukan PT. Pionirbeton kepada Sembilan rekan Yoyok dan Arifianto lainnya, mereka bernasib sama.

“Diminta mengundurkan diri jika enggan di-offering alias mutasi.

Hingga kejadian itu, mereka tidak mengadukankan nasibnya dan menuntut kejalasan perusahaan,” jelas Arief.

Namun Arief juga tidak menolak jika dikemudian hari mereka menunjuk dirinya sebagai penasihat hukum.

“Kasihan saya tidak tahu nasib Sembilan rekan klien saya itu, kalau mereka minta bantuan kepada kami, saya juga siap,” ujar lawyer senior ini.

Upaya apa yang akan dilakukan pihak Penasihat Hukum Yoyok dan Arifianyo terhadap PT. Pionirbeton?

Arief menyebut tetap akan memenuhi persyaratan Peraturan Perundangan yang ada dalam hal ini UU No. 13 Tahun 2013

  1. Akan melakukan atau melayangkan surat mediasi dua kali kepada pihak perusahaan.
  2. Bilamana hal tersebut diabaikan maka pihak kami akan melakukan upaya yang lebih tinggi.

Journalist : Sutiawan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker