Opini

Oktober 1999 Voting Gus Dur – Mega

Desember Bulan Gus Dur

Opini – Metroliputan7.com, Selasa, 19 Oktober Pukul 22.58 WIB: MPR menolak laporan pertanggungjawaban B.J. Habibie.

Rabu, 20 Oktober Pukul 01.50 WIB: Rapat di rumah Habibie di Patra Kuningan mencalonkan Amien Rais sebagai calon presiden (capres).

Hadir antara lain Wiranto, Hamzah Haz, Akbar Tandjung, Yusril Ihza Mahendra, serta sejumlah tokoh Iramasuka Nusantara seperti Theo Sambuaga dan Marwah Daud.

Pukul 02.50 WIB: Amien datang ke Patra dan menolak tawaran capres. Sebagian peserta rapat lalu menyebut Akbar Tandjung sebagai capres. Akbar menampiknya.

Pukul 04.05 WIB: Amien pulang. Kepada wartawan, ia menginformasikan bahwa Habibie akan mundur sebagai capres. Habibie dan sejumlah peserta rapat kemudian pergi salat ke Masjid Istiqlal.

Pukul 05.30 WIB: Rombongan Habibie kembali dan rapat dilanjutkan. Meski ditentang kubu Iramasuka, Akbar ditetapkan sebagai capres Golkar.

Pukul 06.40 WIB: Fraksi PKB, Fraksi Reformasi, dan Fraksi PPP mendaftarkan Gus Dur sebagai capres ke sekretariat Sidang Umum MPR.

Pukul 07.00 WIB: Rapat Fraksi Golkar di lantai 3 Gedung MPR. Permintaan Akbar untuk didukung semua fraksi ditampik barisan Iramasuka. Sementara itu, Yusril dari PBB resmi masuk bursa capres.

Pukul 07.30 WIB: Setelah salat duha, Akbar mengundurkan diri.

Pukul 10.00 WIB: Anggota MPR pro-Habibie bertemu dengan Gus Dur di Ruang Mawar Hotel Mulia, Senayan, untuk menyatakan dukungan. Di saat hampir bersamaan, Akbar dan Ridwan Hasyim, anggota Golkar dari Jawa Timur, juga menemui Gus Dur.

Pukul 11.30 WIB: Sidang yang sempat tertunda satu jam dibuka dengan tiga capres: Gus Dur, Megawati, dan Yusril.

Pukul 11.40 WIB: Yusril mengundurkan diri. Voting hanya untuk Gus Dur dan Megawati.

Pukul 14.18 WIB: Gus Dur unggul dengan perolehan suara 373. Megawati mendapatkan 313 suara. Lima suara abstain.

Pukul 18.05 WIB: Sehabis menemui Habibie di Patra Kuningan, rombongan Gus Dur ke rumah Mega di Kebagusan untuk meminta Mega sebagai wakil presiden (wapres). Mega tak menjawab.

Pukul 19.30 WIB: Gus Dur dilantik dan disumpah sebagai presiden ke-4 RI. Malam itu, bursa calon wapres dibuka.

Pukul 22.00 WIB: Rapat Fraksi PDI Perjuangan di Ballroom Hotel Hilton menolak Mega menjadi wapres dan memilih menjadi oposisi.

Pukul 22.15 WIB: Meski diberi tahu Alwi Shihab bahwa Fraksi PKB sudah resmi mencalonkannya, Mega tetap menolak. Perdebatan panjang di lantai 8 pun terjadi.

Pukul 24.00 WIB: Rapat Fraksi Golkar gagal memilih calon wapres. Tiga nama diajukan: Akbar, Muladi, dan Fahmi Idris. Akbar kemudian menemui Wiranto, yang dicalonkan FDU dan 74 anggota MPR. Wiranto minta dukungan bulat Golkar.

Kamis, 21 Oktober
Pukul 01.00 WIB: Akbar dan Marzuki Darusman menemui Gus Dur di Bina Graha. Dari tiga calon tadi, Gus Dur memilih Akbar karena lebih berpengalaman.

Pukul 01.05 WIB: Mega akhirnya setuju menjadi calon wapres asalkan ditunjuk secara aklamasi.

Pukul 04.00 WIB: Fraksi Golkar kembali mengadakan rapat. Semua anggota disiapkan mendukung Akbar. Wiranto diberi tahu bahwa ia tak mendapat dukungan bulat Golkar.

Pukul 06.00 WIB: Alwi diutus Gus Dur menemui Mega untuk mengirimkan dukungan. Sejam kemudian, hal yang sama dikatakan Gus Dur kepada Menteri Luar Negeri AS Madeleine Albright, yang meneleponnya.

Pukul 07.30 WIB: Kepada Akbar, Gus Dur membenarkan dukungannya kepada Megawati. Sementara itu, melalui Alwi Shihab dan K.H. Yusuf Muhamad, ia meminta Wiranto mundur.

Pukul 08.00 WIB: Wiranto memanggil Wakil Panglima TNI Widodo A.S. Sudi Silalahi, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Kepala Pusat Penerangan TNI Sudrajat. Wiranto diputuskan mundur.

Pukul 09.15 WIB: Wiranto mengontak Gus Dur dan kepadanya Gus Dur mengonfirmasikan preferensinya kepada Mega. Lalu, Wiranto mengontak Mega untuk memberikan dukungan.

Pukul 10.15 WIB: Menurut sumber di Fraksi TNI, Marwah Daud menelepon Wiranto dan memintanya agar tidak mundur.

Pukul 10.30 WIB: Hamzah Haz, yang sejam sebelumnya bertemu dengan Habibie di Kuningan, resmi menjadi calon wapres. Kubu Iramasuka diisukan mengalihkan dukungan mereka kepada Hamzah Haz. Dalam rapat fraksi, Akbar menyatakan ingin mundur.

Pukul 11.00 WIB: Karena tidak memenuhi kuorum, Sidang Paripurna Pemilihan Wapres ditunda hingga pukul 14.00 WIB.

Pukul 11.30 WIB: Juga ungkap sumber di Fraksi TNI, Wiranto diminta Habibie datang ke Patra. Akbar, yang menyusul, mengatakan akan mundur, tapi Wiranto menolak mengambil tempatnya.

Pukul 12.30 WIB: Wiranto ke Cilangkap dan menginstruksikan agar Hari Sabarno tidak memberikan suara kepada Akbar.

Pukul 13.00 WIB: Hari Sabarno menyerahkan surat pengunduran diri Wiranto kepada Ketua MPR Amien Rais.

Pukul 14.00 WIB: Sidang Pemilihan Wakil Presiden dibuka. Akbar langsung melakukan interupsi dan mengumumkan pengunduran dirinya. Setelah itu, Amien membacakan surat pengunduran diri Wiranto. Calon wapres hanya Mega dan Hamzah Haz. Sidang ditunda 15 menit, meski akhirnya molor.

Pukul 14.15 WIB: Voting dimenangi Mega dengan 396 suara. Hamzah Haz mendapat 284 suara. Lima suara abstain.

Pukul 20.30 WIB: Megawati Sukarnoputri dilantik sebagai wapres RI.

Wendi Ruky, Wens Manggut, Hani Pudjiarti, D. Sepriyossa, Edy Budiyarso

Selasa, 19 Oktober
Pukul 22.58 WIB: MPR menolak laporan pertanggungjawaban B.J. Habibie.

Rabu, 20 Oktober
Pukul 01.50 WIB: Rapat di rumah Habibie di Patra Kuningan mencalonkan Amien Rais sebagai calon presiden (capres). Hadir antara lain Wiranto, Hamzah Haz, Akbar Tandjung, Yusril Ihza Mahendra, serta sejumlah tokoh Iramasuka Nusantara seperti Theo Sambuaga dan Marwah Daud.

Pukul 02.50 WIB: Amien datang ke Patra dan menolak tawaran capres.
Allah yarham,alfatiha buat guru bangsa kita ini.

(Bersambung Bab XVIIII)

Penulis : Idham

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker