Opini

Presiden KH. Abdurrahman Wahid Hobi Resufle Kabinet

Spread the love

Desember Bulan Gus Dur

Opini – Metroliputan7.com, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjabat sebagai presiden, Namun dalam masa jabatanya Gus Dur dikenal sering melakukan perombakan kabinet.

Perombakan kabinet terjadi sebanyak empat kali di masa pemerintahannya.

Kabinet yang diberi nama Kabinet Persatuan Nasional itu dibentuk pada 26 Oktober 1999 dan masa berakhir pada 9 Agustus 2001.

Awal dibentuk kabinet ini berisi 34 posisi menteri koordinator, menteri dan jabatan setingkat menteri.

Sebulan kemudian, yaitu 26 November 2019, Hamzah Haz mengundurkan diri sebagai Menko Kesra dan Pengentasan Kemiskinan, posisinya digantikan oleh Basri Hasanuddin.

Kemudian pada 4 Januari 2000 Ali Rahman mengundurkan diri dan digantikan Bondan Gunawan.

Setelah itu, giliran Wiranto mengundurkan diri dan digantikan Suryadi Sudirja yang merangkap sebagai mendagri. 24 April Jusuf Kalla dan Laksamana Sukardi terpental dari kabinet.

Posisi keduanya difantikan Luhut Pandjaitan dan Rozi Munir.

Baru empat bulan menjabat, Bondan Gunawan mengundurkan diri dan digantikan Djohan Effendi.

Tiga bulan kemudian, Kwik Kian Gie mengundurkan diri dari Menko Ekuin.

Melihat banyak menterinya yang mengundurkan diri, akhirnya pada 23 Agustus Gus Dur mengumumkan perubahan susunan kabinet dengan beberapa nama baru serta beberapa kementerian digabungkan.

Kabinet ini tak bertahan lama, sejumlah nama mengundurkan diri yaitu Ryass Rasyid, Yusril Ihza Mahendra dan Nur Mahmudi Ismail.

Pada 1 Juni 2001 Gus Dur kembali mengumumkan resshuffle kabinet.

Dia menunjuk Agum Gumelar menggantikan SBY sebagai Menko Polkam, Budi Mulyawan sebagai Menteri Transportasi dan Komunikasi, dan Jaksa Agung yang semula dipegang Marzuki Darusman digantikan Baharuddin Lopa.

Marsillam Simanjuntak ditunjuk sebagai Menteri Hukum dan HAM, posisi Sarwono Kusumaatmaja digantikan Rohmin Dauri sebagai Menteri Negara Kelautan dan Perikanan. Sementara posisi Menteri Muda Restrukturisasi Ekonomi Nasional dibubarkan.

Kurang dari 2 minggu setelah reshuffle, pada 12 Juni 2001 Gus Dur kembali mengumumkan reshuffle kabinet.

Ada empat posisi yang diumumkan kala itu. Rizal Ramli menggantikan Prijadi Prapto Suhardjo sebagai Menteri Keuangan. Burhanuddin Abdullah menempati posisi Menko Ekuin.

Anwar Supriyadi ditunjuk sebagai Menteri Negara Reformasi Administrasi dan Marzuki Darusman ditunjuk sebagai Sekeretaris Kabinet.

Pada 10 Juli 2001 Gus Dur kembali mengumumkan reshuffle setelah Baharuddin Lopa meninggal dunia.

Sebagai penggantinya, Gus Dur menunjuk Marsillam Simanjuntak. Mahfud MD ditunjuk sebagai Menteri Hukum dan HAM dan Agum memegang dua posisi penting, Menko Polkam dan Menteri Pertahanan.

Dan kurang dari 2 minggu setelah perombakan kabinet itu, Gus Dur lengser, Kelompok yang hampir dua tahun mendukungnya berbalik arah, Gus Dur mengeluarkan dekrit yang berisi pembubaran parlemen pada 24 Juli 2001.

Dihari itu juga MPR menggelar Sidang Istimewa dan mengimpeach Gus Dur.

(Bersambung Bab XXV)

Allah yarham, Alfatiha buat guru bangsa kita ini

Penulis : Idham

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker