Opini

Desember Gus Dur

Desember Bulan Gus Dur

Opini – Metroliputan7.com, Kali ini saya tdak menulis atau menceritakan Gus dur,tapi tetap ada keterkaitan dengan haul gus dur yg dikarenakan tahun ini negara kita yg tercinta Indonesia diberi musibah oleh Allah swt wabah pandemi Covid 19

Untuk itu tdak ada salahnya saya mengenang kembali kebersamaan alumni SMP A.wahid hasyim, SMA A.wahid hasyim tebuireng jombang, yang mana tahun kemarin tepatnya 22 desember 2019, bisa saling ketemu dan mengikuti Haul Gus dur dengan hikmah.

Episode ini sengaja sepesial tayang vidio temen temen saat tahun kemarin 2019, serta tidak kalah menariknya ada sebuah tulisan sahabat saya yg kalau dirasa amat apik gaya bahasanya untuk dinikmati cerita dan keluh sedih dan bahagianya bisa ketemu dengan temen temen, saya sendiri baca status di hp beliau ini enak dan simple mudah dimengerti secara rasa gaya bahasanya.

Perjalanan menguntai silaturahim yg indah…di mulai dr tanah kelahiran, menuju makam mbah nya anak-anak tercinta Fadlan Reza dan Nayla Fadila, di wilayah jawa tengah, di sambung silaturahim ke pakde, paklik dan bulik nya.

Lanjut perjalanan memasuki wilayah jawa timur…menuju rumah kakak tercinta Munk Minalo, kumpul dengan formasi “hampir” lengkap.

Setengah hari, istirahat, pagi besok hari nya, cuzzz sowan ke pondok pesantren Lirboyo, memulai perjalanan anak-anak yang kali ini mengambil tema titian muhibah dari pesantren ke pesantren😄😄😄.

Menemui ning bad’i, teman semasa mondok dan lainnya.

Sekaligus napak tilas salah satu episode masa lalu, disaat beberapa bulan sempat tinggal di sana dan berinteraksi langsung dengan Gus Ma’shum yang jadi bapak angkat ku, dari sana lanjut ke PP Tebuireng….sebagai tempat tujuan utama.

Mengurai rindu yg tertahan 32 tahun dengan teman2 jaman “lucu2” nya.

Pondok Al Masruriyyah, Pondok Tebuireng, Pondok Pesantren Putri Tebuireng, Pondok Al Farroz, Pondok Mambaul Ulum, Pondok Tambak Beras, menjadi rangkaian tempat yang kami singgahi, untuk menjalin silaturahim, memohon do’a dan keberkahan dari para Kyai dan Bu Nyai.

Pertemuan yg indah, yg hikmat, yang seru, yang lucu, mengharu biru, dengan teman2 semasa seragam biru, jd dengan teman2 yg se piring, se kasur, se pondok, membuat kami melupakan angka usia kami…..🙈🙈😅😅😂😂.

Tertawa sambil menitik kan airmata, aq lakukan berulang…ulang…ulang….kali…. Rasa rindu…haru…bahagia….bercampur menjadi satu. Seperti mimpi….dan g mau terbangun… Alhamdulillah….terima kasih ya Alloh…. Engkau masih beri kesempatan utk bertemu, saling memeluk, berjabat tangan, mengangguk kan kepala, sambil bertukar kabar, bertukar cerita, dengan mereka semua. Berkahi pertemuan kami.

Jadikan ini contoh untuk anak-anakku, bahwa mereka memiliki banyak saudara dari berbagai daerah krn pertemanan mama nya. Jadikan mereka, orang-orang yang menyenangi bersilaturahim, menjalin persaudaraan, dan hangat.

Aamiin…

catatan perjalanan luarbiasa medio Desember 2019 iis faizah Ali SH.

(Bersambung Bab XXVII)

Penulis : Idham

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker