Surabaya

Polres Tanjung Perak Gerebek Pesta Narkoba Malah Temukan Pabrik Sabu

Surabaya – Metroliputan7.com, Aparat Kepolisian Resort (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menggerebek sebuah rumah di Jalan Rangkah Surabaya, Jawa Timur.

Rumah itu ternyata difungsikan untuk memproduksi narkotika, psikotropika, dan obat terlarang jenis sabu-sabu, hal itu diketahui berdasar pengungkapan kasus dari penangkapan sejumlah orang yang menggelar pesta sabu-sabu di rumah itu.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ganis Setyaningrum mengatakan, penggerebekan berawal dari penangkapan sejumlah orang yang menggelar pesta sabu-sabu, dari penggeledahan yang dilakukan, petugas menemukan peralatan pembuat bahan dasar sabu-sabu.

”Ini semacam laboratorium kecil-kecilan untuk memproduksi sabu-sabu,” kata AKBP Ganis di Surabaya.

Sementara itu, sejumlah barang bukti yang diamankan di antaranya sebuah blender, enam buah pipet, dua buah jeriken, sebuah alumunium foil, satu sarung tangan, sebuah gelas ukur plastik, tabung berisi etanol, 16 bungkus obat sakit kepala, sebuah tabung ukur, sebuah selang plastik, sebuah saringan stainless dan sebuah timbangan elektronik.

”Hasil uji lab menunjukkan bahwa bahan-bahan yang kami amankan mengandung prekursor atau bahan baku sabu-sabu, diantaranya mengandung benzena, yaitu berupa toluene dan juga jenis senyawa keton atau aseton,” ujar AKBP Ganis.

Penggeledahan di rumah, juga menemukan sebanyak 1.400 butir pil koplo dan mengungkap otak rumah produksi sabu-sabu adalah Ivan Wahyu, yang dibantu Didik, Arifin, dan Iqbal, warga Kota Surabaya.

”Penyandang dananya bernama Syaiful, warga Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Seorang lainnya bernama Rozak adalah salah satu pembeli yang turut ditangkap karena ikut pesta sabu-sabu di rumah itu,” terang AKBP Ganis.

Berdasar keterangan para pelaku, rumah produksi sabu-sabu itu baru dibuat untuk memenuhi permintaan yang meningkat menjelang Tahun Baru 2021, sehingga berinisiatif untuk memproduksi sabu-sabu sendiri.

”Kami masih mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui apakah benar rumah produksi sabu-sabu ini baru saja didirikan atau sudah banyak hasil produksinya yang sudah dipasarkan,” kata AKBP Ganis.

Journalist : Yuri

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker