Surabaya

Niat Mau Ngopi, Kaula Muda ini Langsung di Suruh Swab di Jembatan Suramadu

Surabaya – Metroliputan7.com, Malam Tahun Baru bukan berarti untuk bersenang-senang dan menghabiskan sisa akhir tahun, dengan hal yang negatif.

Akhir tahun kali ini sangat berbeda dengan akhir tahun yang lalu saat ini dengan kondisi Cofid-19, yang menerpa seluruh Dunia khususnya wilayah Surabaya ini pada 31 Desember 2020, pukul 23.00.

Kondisi saat ini Kapolsek Kenjeran beserta Staf tidak gentar meskipun dilanda Cofid-19 Ini untuk kewajiban tugas mengayomi masyarakat di sekitarnya Kapolsek beserta jajaran juga melibatkan unsur TNI, dan anggota Satpol-PP mengamankan dan menutup akses jalan Suramadu dan menjaga Swab Antigen di bawah Jembatan Suramadu.

Masyarakat di sekitar Jembatan Suramadu sudah taat dan patuh terhadap aturan yang di berikan kepada Kapolri maupun instansi terkait dengan menghabiskan malam pergantian tahun, dan disarankan di rumah berkumpul dengan keluarga sendiri.

“Ada beberapa pelanggaran yang terjadi saat penertiban di Jembatan Suramadu yang masih nekat di malam Tahun Baru ini, dengan keluar rumah dan alasan mau jalan-jalan saja dan Kapolsek Kenjeran Kompol. Esti Setija Oetami, SH menghimbau, dan langsung mengarahkan kaulah muda yang sedang melintas untuk segera Swab dan di Data untuk segera balik kanan untuk kembali ke rumah masing-masing,” Tegasnya.

Sebelumnya memang sudah terjaring satu orang yang melewati jalan dibawah Jembatan Suramadu, dengan alasan mau berangkat kerja di pasar Keputran, dengan berinisial NR (29) tahun asal Bangkalan.

Beliau melewati jalur titik tertentu yang tempat tersebut memang disediakan petugas dari Kepolisian Polsek Kenjeran, Linmas kota Surabaya, Satpol-PP Kota Surabaya dan Dinas Kesehatan kota Surabaya.

Menurut keterangan dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Novi yang juga selaku petugas penerima sample hasil Sweb untuk diperiksa mengatakan, ini nanti hasilnya akan dikirimkan melalui Puskesmas wilayah pemegang KTP yang di Swab, dan apabila hasil menunjukkan reaktif positif corona, maka akan dikarantina.

Sedang untuk KTP Surabaya akan di bawa ke Asrama Haji Surabaya dan KTP di luar Surabaya, akan dibawa ke Rumah sakit Lapangan Indrapura Surabaya,” kata Novi petugas dari Dinkes Kota Surabaya kepada wartawan.

“Waktu untuk kegiatan ini dilakukan sampai pagi, jadi juga dilakukan secara terus menerus dan selanjutnya kita lihat situasi,” pungkasnya.

Journalist : Eko Andhika / Fauzi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker