Mojokerto

Mahasiwa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Sosialisasikan Panduan Kesehatan Pencegahan Covid-19 dan Melakukan Pendampingan Belajar Kepada Siswa SD

Mojokerto – Metroliputan7.com, Ditengah pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya harus melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara individu di daerah domisili masing-masing.

Chandra Arinusti Filimon, salah satu mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, mengadakan kegiatan KKN di RT 03 RW 01 Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, pada tanggal 14 Desember 2020 sampai 23 Desember 2020.

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata dilakukan dengan memberikan sosialisasi terkait panduan kesehatan pencegahan Covid-19 sebagai bentuk upaya memutus tali penyebaran virus Covid-19 saat ini.

Menurut bapak Imam Supardi selaku ketua RT tersebut mengatakan bahwa masyarakat setempat masih enggan dalam mematuhi protokol kesehatan seperti tidak memakai masker saat berpergian, oleh karena itu diharapkan dengan program sosialisasi protokol kesehatan ini dapat mendorong masyarakat setempat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Dalam menunjang terciptanya masyarakat yang patuh pada protokol kesehatan maka diadakannya pembagian fasilitas tempat cuci tangan pada tempat usaha, serta juga dilaksankan pembagian masker dan hand sanitizer kepada masyarakat setempat.

Masyarakat terutama pemilik unit usaha merasa terbantu dengan adanya pembagian tersebut.

Tidak hanya memberikan sosialisasi protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19, salah satu program kerja dari kegiatan KKN ini adalah melakukan pendampingan belajar kepada siswa SDN Terusan 1 sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan yang terdampak akibat pandemi Covid-19 ini sehingga para siswa mengalami masalah dalam belajar.

Pendampingan belajar dilakukan dengan kelompok belajar secara bergantian, serta menayangkan video tentang tipe gaya belajar serta menjelaskan bagaimana cara menerapkan gaya belajar tersebut sehingga siswa dapat memahami gaya belajar yang sesuai untuk diterapkan.

Antusias siswa SD cukup tinggi dalam melakukan pendampingan belajar selama dua hari.

“Pendampingan belajarnya cukup seru karena video dan penjelasannya lucu dan mudah dipahami.

Saya menjadi tahu bagaimana gaya belajar yang sesuai dengan saya agar dapat memahami pelajaran dengan baik,” kata salah satu siswa SD peserta pendampingan belajar.

#KitaUntagSurabaya #UntukIndonesia #UntagSurabayaKeren #EcoKampus #KampusKompeten

Journalist : Dmnhr

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker