Sampang

Nelayan Banyuates Tolak Kegiatan Petronas

Sampang – Metroliputan7.com, Warga Banyuates yang mengatasnamakan Perkumpulan Nelayan Masyarakat Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang sangat geram dengan kegiatan PT. Petronas, Rabu (06/1/2021).

Menurut Muhlis Plt dari Perkumpulan Nelayan Masyarakat mengatakan kepada awak metroliputan7 saat diwawancarai, jika selama ini kegiatan Petronas sudah membuat para Nelayan khususnya warga Banyuates sangat tertekan sekali.

Pasalnya, Nelayan tidak bisa bebas mencari ikan di perairan Pantai Banyuates, di karenakan ada kegiatan Ekploitasi dan Eksplorasi dari PT. Petronas di bukit tua tersebut.

“Sekarang malah ada anjungan lagi yang di dirikan pihak Petronas, dan ini sangat dekat sekali dengan bibir Pantai Banyuates,” tuturnya.

Dari dulu kami diam saja, karenakan jarak pengeboran di Bukit Tua tersebut jaraknya sekitar 8 mil dengan Pantai Banyuates, padahal dampak dari kegiatan Petronas ini sudah sangat terasa dan juga pendapatan Nelayan sejak adanya Petronas pendapatan Nelayan sudah mulai menurun.

Tapi kalau sekarang ini kami akan tolak kegiatan PT. Petronas.

“Karena jarak anjungan yang akan dilakukan pengeboran ini sangat dekat sekali dengan Pantai Banyuates, sekitar 3,728 mil/ 6 kilometer jaraknya,” ucap Muhlis kepada media.

Kalau ini di biarin kasihan Nelayan Banyuates dengan dampaknya dari Ekploitasi dan Ekplorasi PT. Petronas, masyarakat akan terus berjuang untuk penolakan kegiatan Petronas.

Hal yang sama juga di sampaikan oleh H.Subaidi, pria yang sehari-harinya menjadi Nelayan, intinya kami akan tetap menolak aktivitas pengeboran yang akan di operasikan Petronas.

“Sekarang Petronas belum beroperasi, itu pun sudah kesulit untuk mencari ikan, karena lokasi anjungan Petronas ini di batasi radius 1kilo, keliling dari anjungan tersebut,” katanya.

Keterangan yang sama juga di utarakan oleh H.Jamal yang se-profesi jadi Nelayan, seorang pria paruh baya ini mengatakan, kegiatan Petronas selama ini sangat berdampak sekali buat para Nelayan.

Pendapatan sekarang sangat menurun sekali sejak adanya kegiatan Petronas ini.

Petronas juga seenaknya saja kalau melakukan pengeboran, tanpa memikirkan dari dampaknya, bagi Nelayan.

Seperti para nelayan yang sumber pencahariannya sehari-hari ada dilaut/Pantai Banyuates untuk mencari ikan.

“Kenapa dari pihak Petronas tidak ada konpensasi untuk para Nelayan, yang jelas-jelas terdampak akibat kegiatan PT. Petronas,” ungkapnya.

jika memang dari pihak Petronas tidak ada toleransi serta tidak memikirkan nasib Nelayan, semua warga khususnya Nelayan Banyuates akan sepakat melakukan penolakan.

“Biar PT. Petronas tidak bisa melanjutkan pengeboran di perairan Pantai Banyuates, mereka juga tidak punya Hati Nurani bagi para Nelayan,” cetusnya.

H. Marrah selaku kordinator dari aksi Perkumpulan Nelayan Masyarakat Kecamatan Banyuates, saat berdemo pada minggu kemarin, di konfirmasi pada awak media memaparkan, terkait masalah Petronas dan masih menunggu info dari Pak Dandim.

Kemarin perwakilan dari Nelayan sudah menghadap beliau, dan juga Dandim berjanji akan menyampaikan aspirasi ke pihak PT Petronas, Dandim juga kasih jatuh tempo waktu satu seminggu sejak aksi Demo kemarin.

“Apabila dari pihak Petronas tidak mau menemui masyarakat/warga Banyuates khususnya para Nelayan, maka akan melakukan Demo lebih besar lagi dari yang kemarin untuk menuju ke anjungan Petronas yang ada di perairan Pantai Banyuates,” pungkasnya.

Journalist : Hens

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker