Spread the love

Surabaya – Metroliputan7.com, Pergantian tahun dari tahun 2020 menjadi 2021 sepertinya masih menyisahkan sedikit pilu bagi pelajar baik tingkat SD sampai Mahasiswa. Adanya kabar bahwa pembelajaran akan tetap dilaksanakan secara daring (online) untuk semester.

Tentu saja hal tersebut, menjadi perhatian khusus bagi para pelajar, dikarenakan semester yang lalu pelajar baik tingkat SD sampai Mahasiswa pun sudah menjalankan pembelajaran secara daring .Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah seberapa efektif pembelajaran daring tersebut, dan kurang efektifnya pembelajaran itu.

“Penjelasan materi lebih banyak dilakukan oleh teman sendiri saat presentasi, itupun mereka menjelaskan seperti membaca dari buku. Jadi ilmu atau materi yang saya dapat kurang sekali”, ujar Fian, mahasiswi manajemen UMM tingkat dua.

Ia juga mengeluhkan kurang efektifnya pembelajaran secara daring tersebut, dikarenakan penjelasan dosen yang kurang maksimal saat melakukan pengajaran. Tidak hanya Fian saja yang merasakan kejadian pembelajaran seperti itu, akan tetapi Gusti Fattahillah yang merupakan mahasiswa Teknik Industi Universitas Diponegoro pun juga merasakan hal yang sama.

“Ada praktikum yang harus dibatalkan karena pembelajaran daring ini, praktikum itu akan diganti di semester selanjutnya, yang akan membuat sks saya semakin menumpuk“,keluh Gusti saat diwawancarai via googlemeet, Senin (4/1/2021).

Hal tersebut, beralasan dikarenakan menjadi seorang mahasiswa teknik ia harus fasih dalam hal praktik. Sedangkan saat ini mahasiswa teknik industry ini hanya melakukan praktik via video yang diberikan dosen sebagai alternatif praktikum secara offline.

Kendala dalam pembelajaran secara daring, banyak pelajar juga mengeluhkan adanya koneksi jaringan internet yang kurang stabil, dikarenakan masih ada pelajar yang daerah tempat tinggalnya belum menjangkau sinyal yang bagus, menjadi sedikit penghambat dalam pembelajaran, karena pelajar bisa saja meninggalkan materi atau kelas dikarenakan jaringan yang kurang bagus.

Sebaiknya bapak/ibu guru/dosen lebih mempertimbangkan lagi metode pembelajaran yang sesuai. Serta untuk pihak kampus ataupun sekolah bisa memberikan kebijakan agar mahasiswa atau pelajar yang memiliki praktikum bisa melaksanakan kegiatan tersebut secara offline dengan sistim protokol kesehatan yang ketat dan teratur.

Journalist : Ng/Sum/Iqb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *