Surabaya

Pembubaran Cafe Scorpion Diduga Petugas BPB Linmas Tidak Kooperatif

Surabaya – Metroliputan7.com, Peraturan Walikota (Perwali) baru yang di cetuskan pada 22 Desember Oleh PLT Walikota Wisnu Sakti Buana ST, Perwali No.67 Tahun 2020, Menjadi aturan penyempurnaan dari regulasi Covid-19 yang isinya tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 tersebut yang di kenal dengan masyarakat (Corona).

Perwali Juga melakukan terhadap tempat usaha Hiburan Malam, Usaha Pariwisata, Bar, Cafe, karaoke, Pub, Panti Pijat serta banyak yang Lainya di larang keras beroperasi.

Namun, hal tersebut di Hiraukan terhadap oleh Cafe Scorpion dan Cafe Diamond yang masih nekat buka dengan kondisi Covid-19 yang tambah parah yang terjadi di Surabaya tersebut, jum’at (15/1/2021).

Dari pantuan media Metro Liputan 7 saat melewati dan mengecek tempat lokasi tersebut di bubarkan Oleh BPB Linmas Kota Surabaya, karena adanya Laporan dari masyarakat, yang masih buka di Jam malam tersebut anggota BPB Linmas langsung terjun dan menutup Cafe tersebut.

Semua pengunjung dan LC (Pemandu Lagu) saat pembubaran dimintai Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan dibawa ke Kantor BPB Linmas Kota Surabaya untuk dilakukan Tes Swab.

Pemkot Kota Surabaya di acungi Jempol oleh masyarakat, di karena sudah melakukan penegakkan sejumlah Cafe atau Club malam yang masih nekat buka, di masa kondisi Covid-19 tersebut.

Namun sangat disayangkan kinerjanya, karena tidak kooperatif kepada sejumlah awak media saat dikonfirmasi petugas BPB Linmas yang ada dilokasi tersebut, padahal mereka sebagai penegak perwali atau penanggung jawab saat dilokasi.

Karena petugas enggan memberikan komentar terkait adanya pembubaran saat di Cafe Scorpion tersebut.

“Salah satu anggota yang bertugas mengatakan, ngapain di rekam biar pak Kabag saya yang memberikan keterangan,” Sahut, penanggungjawab petugas BPB Linmas Kota Surabaya saat di mintai keterangan, sambil menekan Handphone milik awak media tanpa seijin.

Tugas seorang media itu mempublikasikan atau menginformasikan kepada masyarakat, saat berada di TKP, maupun di lapangan saat peliputan dari hasil kejadian tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih belum mendapatkan keterangan secara resmi dari Dinas terkait, sampai kesulitan untuk mencari informasi yang benar aktual.

Journalist : EAS

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker