Sumenep

Lagi-Lagi Kekerasan Terjadi di Lingkungan Pondok Pesantren

Sumenep – Metroliputan7.com, Dimana-mana Orang Tua pingin anaknya yang terbaik, untuk menuntut ilmu, bukannya untuk di aniaya, entah itu di Sekolah maupun di Pondok Pesantren.

Kekerasan sekarang ini di alami oleh Moh. Jefri warga Dusun Bunot Desa Plakpak Kecamatan Pagentenan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (17/1/2021).

Moh. Jefri salah seorang Anak Santri di sebuah Pondok yang terbesar di Madura, yaitu di Pon-pes Al-Amien Prenduan Sumenep.

Menurut Moh. Rofik selaku dari Paman korban, mengatakan kepada awak media, bahwa awal mula kronologisnya yang di ketahui dari keponakannya yang bernama Moh. Jefri ini,salah satu Wali Santri yang kebetulan mengirim/menengok anaknya yang ada dipondok tersebut yang kebetulan satu kamar dengan korban.

Wali Santri itu melihat Moh. Jefri di temukan sudah dalam keadaan pingsan dan babak belur.

Akhirnya teman Jefri tersebut minta tolong ke orang tuanya, agar membawa Jefri ke luar Pondok Pesantren, kemudian si Wali Murid tersebut langsung membawa Jefri ke Puskesmas dan menghubungi Keluarga korban (Moh. Jefri).

Kemudian Keluarga Moh. Jefri langsung datang ke Puskesmas.

“Kejadian penganiayaan ini terjadi pada hari Kamis tgl 14 kemaren, dan di ketahui pada hari Sabtu kemarin sekira pukul 19.00 wib,” ucap Rofik.

Lanjut, Kemudian keluarga korban menanyakan ke pengurus Pondok Pesantren tersebut, menanyakan kenapa keponakan saya ini kok sampai begini..?.

Kemudian, Kyai Bustomi selaku pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien menjelaskan, tidak tahu terkait kejadian yang menimpa atas nama Moh. Jefri, karena belum ada laporan dari pihak pengurus pondok pesantren.

Begitu jawabannya Kyai Bustomi kepada keluarga korban,” ucap rofik.

Menurut Jefri saat dimintai keterangan terkait penganiayaan, ketika sadar dari pingsannya, Jefri bilang kalau pelaku pengeroyokan terhadap dirinya adalah sesama Santri juga, yaitu Sulaiman dan kawannya.

Karena dari pihak pondok tidak ada kejelasan, maka kami langsung melaporkan kasus penganiayaan yang menimpa keponakan kami ini, ke Kepolisian Sektor Prenduan.

“Alhamdulilah laporan penganiayaan terhadap seorang anak yang bernama Moh. Jefri di terima baik oleh pihak polsek, dan kami ingin kasus ini di proses secara hukum,” pungkasnya.

Journalist : Hens

Related Articles

2 Comments

  1. Padahal sudah jelas dalam pasal 2 wartawan sudah tertera untuk menghormati hak privasi setiap yg bersangkutan, dan disini sudah sangat jelas merugikan pondok pesantren tersebut

  2. apakah jurnalis terkait benar mengetahui reka kejadian atau kronologi perihal tersebut yang kemudian mempublikasikannya kepada masyarakat pegiat media sosial. reka kejadian yang diwartakan teramat singkat dengan bahasa dan penyampaian yang tidak begitu rinci, mungkin hal tersebut tidak terlalu diperhatikan jika media ini hanya mengejar rating atau iba dari masyarakat media sosial, bukankah lebih elok, jika berita yang dipublikasikan benar-benar meng-investigasi peristiwa tersebut secara mendalam, sehingga berita yang terpublikasi benar dapat dipercaya sebagaimana selogan tersebut tertera pada bagian bawah di mana nama tim redaksi terpampang dengan jelas, salam literasi semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker