Spread the love

Opini -Metroliputan7.com, KH. Hasyim Asy’ari memiliki santri yang hebat-hebat, salah satunya yaitu KH. Adlan Aly, Pendiri Pondok Pesantren Putri Walisongo di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kiai Adlan dilahirkan pada 3 Juni 1900 di Pesantren Maskumambang, Kabupaten Gresik, dari pasangan Hj. Muchsinah dan KH. Ali. Kyai Adlan Aly wafat pada 6 Oktober 1990 di Jombang.

Kyai Adlan merupakan santri kinasihnya Kyai Hasyim Asyari, hal ini dikarenakan Kyai Adlan sosok yang alim dan hafal Al Quran, dan sering sekali Kiai Hasyim meminta santrinya ini menggantikan menjadi imam sholat dan kegiatan lainnya.

Bahkan karena rasa cinta yang begitu besar terhadap gurunya, Kyai Adlan bermukim selamanya di selatan Pondok Tebuireng.

KH. Adlan Aly, Pendiri Pondok Pesantren Putri Walisongo Jombang

Setelah Nahdlatul Ulama (NU) berdiri, KH. Hasyim Asy’ari memanggil Kiai Adlan, untuk membentuk kepengurusan NU di Kecamatan Diwek, dari sini Kyai Adlan Aly berkiprah di NU hingga ke level Nasional.

Dalam Muktamar NU yang ke-8 di Cirebon pada Agustus 1931, Kyai Adlan Aly dipercaya sebagai pemimpin sidang.

Menurut Mahasiswa Pasca Sarjana dan Santri Pesantren Tebuireng Abdul Aziz, Kiai Adlan setiap bulan Ramadan membacakan kitab Fathul Qarib, tepat di posisi yang dulu digunakan Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari mengajar.

Kyai Adlan duduk di sana, sedangkan para santri mengitarinya sebagai halaqah ilmiah.

Dalam pengajian ini ada karomah Kyai Adlan yang tampak di setiap tahunnya.

Ketika pembahasan tepat pada bab Istisqa’ (Ritual Memohon Hujan), anehnya langit Tebuireng menjadi gelap.

Ketika beliau membaca bab tersebut lalu mempraktekan sholat istisqa’ dan mengalungkan sorban ke pundaknya dalam seketika itu hujan turun dan mengguyur halaman pondok.

Kyai Adlan itu tidak pernah melihat langit. Istilah ini menunjukkan saking tawadhu’nya Kyai Adlan, ketika berjalan tidak pernah mengangkat kepala ke atas. Beliau senantiasa menunduk sopan.

Ada lagi kesan para santri tentang Kyai Adlan yang masih abadi hingga saat ini, bagi santri Tebuireng dan Walisongo, Kyai Adlan adalah ayah yang sabar dan istikamah.

Ketika para santri ditanya tentang “Bagaimana sosok Kyai Adlan?” maka berbagai komentar yang hampir tak serupa senantiasa didengar.

“Ada yang menuturkan, kyai yang tidak hanya hafal isi Al Quran tetapi juga menjalankannya”, ujarnya.

Kyai Adlan adalah kuncinya, jika ingin bertemu Kyai Hamid Pasuruan, sehingga ada keyakinan sebagian jamaah saat itu kalau ingin mudah bertemu dengan Kyai Hamid harus sowan dulu ke Kyai Adlan.

Bahkan suatu hari KH. Thalhah Hasan pernah berkata di Tebuireng itu ada dua penghuni surga.

Pertama Kyai Idris Kamali dan Kiai Adlan Aly. Keduanya sama-sama alim, wara, zuhud.

Penulis : Idham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *