Opini

Kok ada Warga NU Cabang Nasrani? KH. Said Agil Siroj Becandanya Menukil Gus Dur

Opini – Metroliputan7.com, Dapat banyak pertanyaan dan keluh kesah beberapa sahabat tentang statemen yang Mulia KH. Said Aqil Siroj yang menyatakan,” bisa dikatakan Pak Kapolri ini warga NU Cabang Nasrani”.

Seperti yang sudah diduga sebelumnya, statemen ini dipotong konteksnya dan diperkarakan secara terputus berlebihan dan dijadikan amunisi menyerang beliau secara pribadi.

Padahal, jika orang tersebut memang kader NU beneran di tingkat akar rumput dan paham konteks, pasti sudah mafhum bahwa ini merupakan guyonan khas orang NU sebagai penghormatan dan perangkulan atas Keberagaman di Nusantara ini.

Kecuali jika memang dapatnya cuma potongan statemen yang sudah diberi narasi kebencian yang membuncah dan mengaduk-aduk sentimen ke-NU-an, akan beda lagi masalahnya.

Lha orang becanda kok dibahas serius amat becandaannya, lalu digoreng sedemikian rupa, dan seperti biasanya beberapa orang yang mengaku NU juga ikut-ikutan terprovokasi.

Mendadak mereka seperti kehilangan logika yang sehat, padahal semua paham bahwa orang NU beneran yang paling awam sekalipun pasti tahu bahwa NU itu Islam Aswaja.

Lha wong yang ngaku Islam saja belum tentu bisa jadi NU, apalagi yang bukan Islam.

Dan sebenarnya, candaan ini sudah biasa sejak jaman dulu kok.

Gus Dur pada era tahun akhir 1990an juga suka bercanda yang model begini.

Tapi gak ada yang ribut waktu itu.

Salah satunya, dulu ada tokoh bernama Pak Bingki Irawan sesepuh Agama Konghucu, pernah diperkenalkan Gus Dur:

“Pak Bingki ini orang NU, tapi belum bersyahadat”.

Semua yang mendengar jadi tertawa dan menjadi akrab dengan Pak Bingki Irawan.

Bisa jadi Kyai Said ini juga meniru guyonnya Gus Dur yang sudah ada puluhan tahun silam.

Tokoh memang Kyai Said Aqil adalah sahabat sekaligus santri Gus Dur.

Bedanya, waktu Gus Dur guyon, pendengarnya adalah Kyai Said dan generasinya sehingga menjadi konsumsi menambah cair suasana.

Sedangkan saat Kyai Said guyon, yang dihadapi sebagian diantaranya adalah barisan awam yang gak Sinkron antara semangat dan kapasitas ilmunya, jadi ya begitu deh.

Salam cinta NU.
Salam cinta Indonesia.

Penulis : Idham

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker