Surabaya

Aksi Aliansi Pekerja Seni Sambangi Kantor Kecamatan, Yang Kurang Berpihak Pada Seniman

Banyumas – Metroliputan7.com, Aksi damai kaum pekerja seni di wilayah kecamatan sumbang kabupaten banyumas berjalan dengan damai dan lancar.

Berjalanya aksi tersebut dikarenakan kurangnya perhatian Pemerintah Kabupaten Banyumas kepada kaum Pekerja Seni dan kebijakan yang sampai hari ini tidak bisa dirasakan oleh para Seniman.

Alhasil, pertemuan yang menghasilkan; bahwasanya semua acara yang berhubungan dengan kerumunan harus dibubarkan, dikarenakan virus Covid-19 di wilayah Banyumas sangat riskan dan sangat banyak yang terjangkit masyarakat yang kurang peduli.

Adanya penemuan pelanggaran saat Operasi masker yang di lakukan oleh Tim Satgas Covid-19 di jalanan, wilayah Sumbang banyak yang gak mengikuti Protokol Kesehatan tanpa menggunakan masker juga kurang memahami (Prokes) Protokol Kesehatan.

Secara tegas oleh pihak Kecamatan yang di hadiri langsung dan di Pimpin oleh Camat Drs. Purjito selaku pembicara menjelaskan, bahwa aturan Pemerintah ada dasarnya sedangkan dampak yang sangat di rasakan dan tanpa perhatian itu dikaum Seniman dan Sewa Tarub juga Sound sistem di tambah lagi dengan Pekerja Seni Hiburan pasti terpuruk.

“Tapi di sisi lain semua masyarakat lagi merasakan hal yang sama dan saya akan mengawal surat dari KST (Komunitas Sond dan Tarub) Ponumbang sampai ke Bupati Banyumas,” ujar Camat Drs. Purjito.

Dalam pertemuan di Aula Pendopo Kecamatan pada Rabu 3 Febuari 2021, yang di hadiri dari perwakilan anggota KST, Kades se-kecamatan Sumbang juga Forkompincam Kecamatan Sumbang.

Forkompincam Sumbang juga mendukung pembubaran semua kegiatan yang mengarah ke kerumunan dan membatasi tempat Ibadah dengan 50 persen demi menjaga penularan yang lebih banyak dan akan lebih over aktif.

“Dengan melakukan turun ke masyarakat langsung dan akan menegur juga membubarkan paksa kepada masyarakat yang melakukan kegiatan yang sifatnya mengundang masa,” tutur Kapolsek Sumbang, saat mengisi sambutan tersebut.

Harapan Anggota KST yang di Wakili oleh Slamet Sapto Aji 45 tertulis dengan surat untuk di sampaikan salah satunya agar diberi kelonggaran para Seniman untuk mengais rejeki di Dunia Seni antara lain : Orgen Tunggal, Seni Budaya Lokal dan Nasinonal, agar Pekerja Seni tidak semakin terpuruk.

Lanjut, adapun kondisi yang kurang berpihak pada kami karena pandemi.

“Mbook Yaa Kasih Solusi, untuk kami nyari rejeki,” tuturnya di Forum pertemuan .

Adanya pertemuan ini semoga Pemerintah bisa memahami keluh ke-sah para Pekerja Seni di Banyumas dan tidak lagi membenturkan masyarakat.

Kades dan pihak Kepolisian karena perizinan yang hampir semua pihak tidak bisa mengeluarkan Surat Ijin untuk Hajatan dan semoga semua hasil pertemuan bisa menghasilkan yang terbaik.

Journalist : Hardimin/Gandul MC

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker