Opini

Perjalanan KH. Mas’ud Pagerwojo Buduran Sidoarjo, Bab II

Kisah lain Bab II :

Opini – Metroliputan7.com, Pesawat terbang mogok ? … hahaha lucu ya ..tapi emang bener kok ..gini kisahnya, saat itu musim Haji .. Gus’ ud berangkat haji bareng dengan Wak Abahku, yaitu KH. Mas Zubeir bin Harits .. entah tahun berapa itu, nah ketika para jama’ah haji mau diberangkatkan, eh didalam pesawat itu Gus’ud membaca marhabanan dengan suara keras dan nggak’ teratur sambil mukul-mukul sesuatu dipakai untuk musiknya, semua yang ngelihat gak’ berani melarang, karena seluruh penumpang pada tahu siapa itu Gus ‘ud, salah satu awak pesawat lelaki menegur Gus ‘ud dangan halus.

” maaf pak .. pesawat mau berangkat ..tolong berhenti dulu,” katanya.

Kontan Gus ‘ud berhenti mambaca marhabanan itu dengan hati yang dongkol dan apa yang terjadi ? sampai berjam-jam mesin pesawat itu nggak’ mau hidup, sudah diperiksa ternyata nggak’ ada masalah, tapi tetap aja nggak’ bisa hidup.

Akhirnya salah satu jama’ah Haji ada yang memperingatkan pada awak pesawat tadi agar minta maaf pada Gus ‘ud karena telah menegurnya untuk diam dan dituruti juga anjuran itu.

“Saya minta maaf ya pak atas kelancangan saya tadi, jika sekarang bapak mau baca marhabanan tadi ya,” monggo “.

Lalu Gus ‘ud menjawab :

” Iyo yo … ” …

Dengan rasa suka Gus ‘ud langsung membaca marhabanan seperti tadi dengan memukul-mukul sesuatu untuk menjadi musiknya … dan ? mesin pesawat langsung bisa hidup dan berangkat ke Saudi dengan selamat … luar biasa beliau itu.

Kisah lainnya :

Beliau paling suka yang namanya Seni Sholawat Hadrah, kalian tahu kan Seni Hadrah ? kalau belum tahu, coba ditanyakan aja keteman-teman kalian hehehe … saking sukanya dengan Seni Hadrah, kemanapun ada undangan Hadrah, bisa dipastikan beliau akan hadir, meski dengan suara yang tak enak dan baca’an yang kurang jelas, beliau tetap suka membaca diba’iyah dengan memukul terbang hadrah, jangan kan dapat undangan, beliau itu jika sedang ditengah jalan, naik apapun juga jika mendengar ada Hadrah pasti akan turun dan ikut Sholawatan ditempat itu.

Nah, itu artinya apa ? itulah gambaran sifat amat cintanya Gus’ ud terhadap Baginda Nabi Muhammad SAW.

Suatu ketika ada orang yang dapat uang banyak karena habis menjual tanahnya, orang itu terbilang sangat miskin, hasil penjualan tanah itu dipakai untuk ongkos Umroh aja gak cukup, apalagi naik Haji, dia sangat bingung apa yang paling tepat digunakan dalam kebingungan itu, tiba-tiba diluar rumah ada orang yang mengucapkan salam dengan agak teriak, dia mengenali betul siapa pemilik suara diluar pintu itu, tak lain dan tak bukan adalah Gus ud !.

“Oh alaikum salam, mari Gus masuk didalem“ . jawab orang itu mempersilahkan Gus’ ud masuk.

“Ya … suwun, kamu punya uang banyak ya ? “ Nah, itulah salah satu karomah Gus ud ! beliau tahu jika pemilik rumah tersebut sedang punya uang banyak meski dalam keadaan bingung, jelas orang itu kaget atas diri Gus’ ud yang tahu akan kondisi dirinya meski belum menceritakannya.

“Inggih Gus ( Iya Gus ), tapi saya bingung, digunakan untuk apa yang bisa bermanfaat, sedang saya ini orangnya ga punya apa-apa selain duit itu,” jawab orang itu polos.

“ Ya sudah, belikan kempyeng saja semuanya !! “ . Perintah Gus’ ud yang kedengarannya agak kacau dan gak ada manfaatnya, kalian tahu ga’ , apa kempyeng itu ? itu loh, tutup botol minuman dari lempengan besi, nah coba aja bayangin , masa’ uang jutaan disuruh beli gituan ? hahaha.

Tapi yang namanya orang nurut, dia pun membelikan uangnya itu dengan kempyeng, uang segitu dibelikan kempyeng ? ya jelas dapet super banyak lah, berkarung-karung.

Nah, karena alasan dari Gus ud itu ga jelas, saat kendaraan truk pengangkut kempyeng nyampai dirumahnya, banyak tetangga yang Tanya : untuk apa kempyeng sebanyak itu ? dia gak bisa jawab apa-apa atas pertanyaan para tetangga dan teman-temannya itu, yang terlihat.

Dia pasrah aja dengan apa yang terjadi, dalam hatinya ada juga rasa sayang terhadap uangnya dibuat beli gituan, singkat kisah, gak sampai dua mingguan, ternyata ada salah satu perusahan yang mencari pasokan kempyeng untuk dikirim keperusahaannya, gak jelas bagaimana kisahnya, yang penting adalah perusahaan berani membeli kempyeng orang itu dengan harga dua kali lipatnya.

Bukan cukup itu saja, orang itu diminta agar menjadi pemasok tetap kempyeng buat perusahaan. hehehe, Subhanallah … sampai saat ini , orang yang disuruh Gus ud beli kempyeng tersebut tergolong orang yang kayaaaa banget. itu lah sikap dan tingkah laku para kekasih Allah seperti Gus ud yang terkadang nganeh-nganehi tapi membawa Hikmah dan Barokah.

Cerita hampir sama juga terjadi pada orang lain, tapi bukan kempyeng, dia disuruh Gus’ ud membeli Rantai Kapal … hehehe dan berakhir sama dengan orang yang pertama tadi. wallahu a’lam, ada lagi kisah karomah Gus’ ud :

Tahu gak’ kalau Gus’ ud itu sering merogoh kantong baju orang ? . bagi orang yang ngerti siapa Gus’ ud sih maklum, tapi bagi yang gak seberapa ngerti siapa Gus’ ud sebenarnya ? pasti akan dongkol hatinya, dan ini memang terjadi.

Suatu hari ada undangan kecil-kecilan disebuah rumah seseorang yang gak aku sebutkan namanya.

Kebetulan Gus’ ud lewat didepan rumah pemilik hajatan tersebut dan melihat ada acara itu, Gus” ud langsung masuk kedalam rumah, melihat sudah banyak orang disitu, Gus ud langsung mengajak salaman satu persatu para undangan.

Namun, bukan salaman aja, setelah salaman pasti Gus’ ud merogoh kantong baju para undangan satu persatu, hehehe, semua pada diem dan nurut aja karena tahu siapa itu Gus’ ud, namun ada salah satu orang yang gak suka dengan tingkah Gus ud seperti itu, dalam hati orang itu berkata, “katanya Wali Allah, kok gitu perbuatannya ? “.

Sementara itu, Gus” ud tetap terus merogoh kantong para undangan ( tapi beliau tak mengambil apa-apa dari milik para undangan itu ).

Nah, disaat pas giliran orang yang gak suka atas tingkah laku Gus’ ud tah. (Sambung Bab II)

Penulis : Idham

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker