Surabaya

Penyerahkan SK Sekaligus Penetapan Eri Cahyadi dan Armuji sebagai Pemimpin Kota Surabaya Priode 2021 Sampai 2024, Resmi Dilantik

Surabaya – Metroliputan7.com, Hari ini Jum’at 19 Februari 2021, KPU kota Surabaya bakal menyerahkan SK penetapan pemenang Pilkada kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Armuji sebagai pemenang yang bakal menerimanya, dengan diterimanya SK penetapan tersebut, Eri Armuji bakal memimpin Kota Surabaya priode 2021 sampai 2024, dan juga Eri Cahyadi dan Armuji resmi dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Jumat (26/2/2021).

Prosesi pelantikan Eri-Armuji digelar di Gedung Negara Grahadi pukul 16.00 WIB, menyampaikan sumpah jabatan, Jumat.

“Saya berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai Wali Kota Surabaya dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala Undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, Nusa dan Bangsa,” ujarnya.

Usai dilantik, Eri menyatakan kesiapannya menjalankan amanah warga Kota Surabaya.

Tentunya, program yang dijalankan ke depan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat, adapun salah satu fokus utamanya adalah berupaya memulihkan Ekonomi di masa pandemi Covid-19, Program yang kita lakukan untuk kesejahteraan masyarakat, yang kedua bagaimana kita memberikan ada pekerjaan, sehingga ekonomi bergerak.

Namun pertama bagaimana untuk mengatasi pandemi Covid-19 Surabaya dulu,” Ujarnya, masih Aktifis Lasbanra, Kidung Suroboyo, Prediksi prediksi kota Surabaya dibawah kepemimpinan Eri Cahyadi dan Armuji bakal banyak sandungan dan hambatan dalam segala sektor, baik dibidang sosial ekonomie masyarakatnya, dan pembangunan phisyik kotanya.

Kenapa kami prediksi yang sedemikian ini.

Pertama, dari faktor eksternal Kemenangan Eri Armuji yang hanya diusung satu partai dan di dukung satu partai dalam parlemen bakal banyak menghadapi manuver manuver politik di parlemen yang notabenenya dari kumpulan delapan partai yang mendukung paslon nomer dua.

Tekanan tekanan politik tentunya banyak dilakukan dalilnya adalah demi, kepentingan rakyat, baik rakyat secara fisik maupun rakyat secara semu, Manuver dan tekanan politik dari parlemen tentu bakal menghambat perda perda yang akan dipituskan.

Bisa jadi nantinya akan berujung macetnya pembangunan kota.

Tapi seandainya itu bakal dilaksanakan dengan berbagai pertimbangan dalam tanda kutip, tinggal tunggu saatnya nanti pasti KPK banyak menjadi atensi pemberitaan media di kota Surabaya ini.

Faktor Eksternal kedua.

Jujur saja kemenangan Pilakada Surabaya kemarin adalah kemenangan Golput, karena angka kemenangan kelompok ini Golput diatas 50 persen dari daftar pemilih tetap, kelompok Golput bisa saja nantinya mengakumulatipkan pada wakilnya masing yang ada di parlemen untuk melakukan barganing barganing dan tekanan politik pada pemerintahan kota dalam hal ini walikota.

Karena kekuatan kelompok golput bisa dikatakan separuh dari penduduk kota ini, dibanding pendukung Eri Armuji yang seperempatnya saja.

Ini adalah sekilas prediksi hambatan dari Eksternal, dari Internal lebih mengerikan lagi, di dalam Birokrasi Pemerintahan kota Surabaya.

Eri Cahyadi adalah tergolong pejabat yang masih junior, Sedangkan pejabat pejabat senior masih banyak yang bertengger di sektor penting Pemerintahan, Budaya Ewuh Pakewuh masih tetap akan berlaku, baik dalam kebijakan maupun keputusan.

Seorang Kepala Dinas yang lebih senior tentunya sulit bagi seorang Eri Cahyadi untuk melarang dan mencegahnya apabila kebijakannya nanti bertentangan dengan Eri Cahyadi, karena tipikal pejabat pejabat ini sudah terlatih dan banyak makan asam dan garam.

Jadi kebijakan dan tindakan pejabat senior tersebut bagaikan walikota di Dinasnya masing masing, kalau saja Eri Cahyadi sebagai wali kota tidak bisa mencegahnya dan cenderung larut dalam pergulalatan permainan para pejabat senior, ya tunggu saja saatnya.

Bisa jadi tatanan kemakmuran dan ksnyamanan yang sudah dibagun oleh Bu Risma selama sepuluh tahun akan menjadi luluh lantak, karena Eri Cahyadi tidak akan punya nyali seperti Bu Risma.

Yang Kedua dari sisi Internal, ini lebih dahsyat lagi.

Eri Cahyadi diusung dari partai, yang tidak pernah Eri sendiri terjun sebagai kadernya, dengan sendirinya Politik Balas Budi pasti akan dilakukan oleh Eri Cahyadi, permintaan permintaan dari 15 anggota Legislatip sulit bagi seorang Eri untuk tidak mengabulkannya.

Apalagi wakilnya adalah dari partai yang mengusungnya, banyak hal yang menjadi mungkin dengan keadaan yang sedemikian ini.

Apalagi Armuji adalah seorang politikus kawakan di PDI Perjuangan, Sinyal-sinyal kecarut marutan ini sebenarnya sudah nampak, dan tinggal realisasi nyatanya saja.

Harapan kami sebagai aktivis jalanan semoga saja Eri Cahyadi dan Armuji bisa dan mampu mengemban amanat raytat, dan mampu menjaga titipan Bu Risma untuk menjadikan Surabaya ini lebih baik kedepannya, baik untuk masyaratnya, dan lingkungan kotanya.

Jangan sampai sebaliknya menjadi kota yang lebih terpuruk, amburadul, yang ujung ujungnya menghadirkan KPK di Surabaya.

Journalist : Nang/Ibnu
Publisher : Nang

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker