Sampang

DLH : Maraknya Tambang Galian C Ilegal di Sampang

Sampang-Metroliputan7.com, Sejumlah lokasi pertambangan Galian C di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Banyak yang belum melengkapi izin sesuai ketentuan, pemilik tambang yang tetap bandel beroperasi, Sanksi Pidana dan Denda Puluhan Miliar menantinya. Senin (1/3/2021).

Kabid Penataan dan Pengolahan Lingkungan DLH Sampang Moh Zainullah mengatakan, Penambangan yang Ilegal tidak mengindahkan ketentuan terancam Proses Hukum karena berdampak pada kerusakan lingkungan.

“Kalau masih memaksa beroperasi dapat dijatuhi Hukuman Tiga (3) tahun penjara dan denda Rp.10 miliar,” ucap Zainullah Jumat (26/2/2021) kemarin.

DLH mencatat ada sekitar 25 dan bisa lebih lokasi Tambang Galian C yang tersebar di Sampang.

Namun hanya segelintir pertambangan yang mengantongi izin, jumlahnya mencapai Enam (6) lokasi.

Enam Galian C berizin itu tersebar di Desa Gunung Maddah, Desa Pangilen Kecamatan Sampang, Desa Kotah Kecamatan Jrengik, dan Desa Kanjer Kecamatan Torjun.

Kemudian, Desa Dharma Camplong Kecamatan Camplong, dan Desa Montor Kecamatan Banyuates.

“Untuk yang lainnya sampai saat ini belum mengantongi izin ada 19 lokasi tercatat, jadi masih banyak tambang Galian C Ilegal,” jelasnya.

Menurut Zainullah, perlu tindakan khusus dari pihak berwajib agar pemilik tambang segera mengurus Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Selain itu, pihaknya sudah berupaya menegur kepada para pemilik pertambangan Galian C agar segera mengurus Izin, termasuk pemasangan Banner larangan agar pertambangan itu dilarang beroperasi.

“Sudah kami pasang Banner larangannya agar pemilik tambang segera mengurus IUP,” kata dia.

Dirinya menambahkan, ada Lima (5) jenis izin usaha pertambangan yang perlu dimiliki antara lain, Izin pertambangan rakyat (IPR), Izin Wilayah pertambangan (IWP), IUP Eksploitasi, dan Izin Lingkungan, dan IUP Produksi.

Journalist : Hens
Publisher : Nang

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker