Jakarta

PBNU Tolak Rencana Pemerintah Investasi Industri Miras

Spread the love

Jakarta – Metroliputan7.com, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) menolak rencana Pemerintah menjadikan Industri Minuman Keras (Miras) keluar dari daftar Negatif Investasi.

Melalui Ketua Umumnya, KH Said Aqil Siroj, NU menilai kebijakan itu akan membuat Investor berlomba-lomba membangun Pabrik Minuman Keras (Miras).

“Minuman keras jelas-jelas lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya,” kata Kiai Said pada Minggu, 28 Februari 2021.

Kyai Said menilai, Pendirian Pabrik baru atau perluasan yang sudah ada, akan mendorong para pengusaha mencari Konsumen Minuman Beralkohol yang diproduksinya demi meraih keuntungan.

Sementara di sisi lain, lanjut Kyai Said, masyarakat lah yang akan dirugikan.

Kyai Said juga tidak sepakat terhadap Produksi Minuman Beralkohol ini untuk tujuan Ekspor atau untuk memenuhi Konsumsi di wilayah Indonesia Timur yang permintaanya tinggi.

“Seharusnya, kebijakan Pemerintah adalah bagaimana Konsumsi Minuman Beralkohol ditekan untuk kebaikan masyarakat, bukan malah didorong untuk naik,” jelasnya.

Sementara’ dikesempatan lain tokoh NU KH Cholil Nafis, Pengasuh Ponpes Cendekia Amanah, dan juga Pimpinan MUI, Cholil Nafis tegas menyebut haram.

Tapi ada juga salah satu suara yang memberi dukungan yakni Pengasuh Pondok Pesantren Kaliwining Jember yang juga Wakil Ketua PP LAZIS NU, Gus Ubaidillah Amin Moch.

“Masyarakat tidak perlu menanggapi secara berlebihan tentang kebijakan ini, tinggal mengupayakan bagaimana dalam penerapannya kebijakan ini bisa berjalan tepat sasaran, terlebih hasil dari Investasi ini menambah pemasukan bagi Negara,” jelas kyai lulusan Al Azhar Mesir yang akrab disapa Gus Ubaid ini, Minggu (28/2)

Gus Ubaid memberi penjelasan, kata dia kebijakan seperti ini jauh hari sudah pernah disuarakan oleh Mufti Mesir sekaligus Guru Besar Al-Azhar, Syekh Ali Jum’ah yang pernah memanfaakan bolehnya menjual Miras bagi orang Muslim di kawasan barat atau di Negara-negara yang melegalkan Miras, bahkan di Restoran-restoran tertentu selama tidak menjualnya pada orang Muslim.

Gus Ubaid juga mengutip fatwa Syekh Ali, berikut kutipan fatwa tersebut:

Dr. Ali Jum’ah, mufti Negara mesir terdahulu pernah memfatwakan bahwa boleh bagi orang muslim untuk menjual dan memindah (Ekspor-Impor) khamar di Negara Barat dan Negara yang memperbolehkan khamar, dan boleh pula menawarkan khamar dan makanan minuman sejenisnya yang haram bagi orang muslim di restoran orang muslim tapi dengan syarat tidak menawarkan dan menjualnya pada orang muslim.

“Mufti Republik Mesir ini mengisyaratkan bahwa boleh bagi seorang muslim untuk menjual khamar pada Non Muslim dalam mazhabnya Imam Abu Hanifah pada kondisi-kondisi tertentu,” terang dia

Gus Ubaid juga menyampaikan, banyak masyarakat yang termakan Berita ini tanpa memperhatikan secara utuh bahwa pembukaan Izin Usaha Miras ini hanya berlaku di Kawasan Wisata yang mayoritas penduduknya berstatus Non Muslim, yakni di Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara dan Papua.

“Sehingga peraturan ini tidak berlaku bagi kawasan Provinsi lain yang Mayoritas penduduknya menganut Agama Islam,” tutur dia.

Gus Ubaid menjelaskan, dalam menyikapi persoalan ini ada Dua (2) Poin yang mesti dilakukan oleh Pemerintah.

Pertama, Pemerintah harus menjelaskan secara gamblang kepada rakyat tentang detail Perpres ini agar tidak menimbulkan kesalahpahaman masyarakat yang justru akan mengurangi nilai kepercayaan masyarakat pada Pemerintah.

Kedua, dalam penerapan Perpres ini, Pemerintah harus melakukan pemantauan secara serius agar dalam pelaksanaannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti Produksi Miras melebar ke wilayah selain Empat (4) Provinsi di atas yang akan mengakibatkan rusaknya tatanan Sosial serta kearifan lokal masyarakat setempat, terlebih pada kawasan yang terkenal religius.

“Dengan memperhatikan dan melaksanakan secara serius kedua poin di atas maka akan tercipta komunikasi yang baik antara pemerintah dan rakyat,” tandasnya.

Journalist : Idham
Publisher : Nang

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker