Surabaya

Sempat Ditahan Di Kejaksaan, Lurah Dooro Tegaskan Tidak Pernah Korupsi

Gresik – Metroliputan7.com – Tepat hari Senin (01/03/2021), Lurah Dooro Bapak Mat Ja’i keluar dari Lapas. Untuk mengetahui kebenaran terkait masalah yang membelit Lurah Dooro tersebut, awak media memdatangi kediaman beliau di Desa Dooro pada hari Rabu (03/03/2021) siang.

Bapak Mat Ja’i menyambut hangat kedatangan awak media dan sedikit menceritakan asal muasal terjadinya masalah yang diduga dipaksakan kepada dirinya.Saat disinggung terkait korupsi Dana Desa sebesar Rp.253 juta untuk pengerukan danau yang dialamatkan kepada dirinya.Bapak Mat Ja’i secara tegas menyangkal dan menyatakan tidak pernah menggunakan Dana Desa untuk kepentingan pribadinya.

“Sepeserpun Dana Desa saya tidak pernah menyentuh. Semuanya masuk ke Rekening Kelurahan dan itupun bukan saya yang pegang. Melainkan bendahara Kelurahan. Kalau pun ada pencairan Dana Desa, selalu kita ambil secara bersama-sama dan nyata digunakan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Mat Ja’i juga menjelaskan, Dana Desa sebesar Rp. 253 juta tersebut, benar-benar digunakan untuk pengerukan danau tersebut dan untuk perbaikan jalan poros serta jalan makam. Dan hal tersebut bukan dilakukan oleh penambang.”Pada tahun 2013, memang ada penambangan pasir selama 3 tahun. Namun hanya dilakukan pada musim panas. Dan dari penambang, mendapatkan Rp. 5.000 tiap rit untuk memperbaiki jalan yang dilalui oleh angkutan, karena juga melintasi desa yang lain. Dan itu pun tidak cukup, bahkan saya harus mengeluarkan dana pribadi juga untuk perbaikan itu,” lanjutnya.

Dikarenakan ada larangan dari pemerintah terkait penambangan pasir atau galian C, maka pengerukan danau terhenti. Maka dari itu, beliau mengajukan anggaran untuk pengerukan danau dan memperbaiki jalan poros serta jalan makam. “Secara nyata, Dana Desa memang digunakan untuk hal tersebut. Saya tidak menambahi ataupun mengurangi. Yang saya pikirkan hanya kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi,” ungkapnya.

Saat disinggung terkait pengembalian dana sebesar Rp. 210.000.000 melalui Bank Jatim, beliau yang saat itu didampingi anak-anaknya, secara lugas mengatakan bahwa, dana tersebut dana pribadi hasil dari menjual rumah dan berhutang.”Dana yang saya kembalikan itu, dana pribadi, bukan hasil dari korupsi. Ini ada anak-anak saya sebagai saksinya. Sebenarnya, dana yang saya kembalikan ke negara melalui Bank Jatim itu, dana pribadi saya bukan dana negara,” pungkasnya.

 

Journalist : Basori

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker