Surabaya

Polrestabes Surabaya Amankan Jaksa Gadungan

Surabaya – Metroliputan7.com, Kejaksaan Negeri Surabaya dan Polrestabes Surabaya menangkap jaksa gadungan, yang mengaku sebagai Pegawai Kejaksaan dan Tinggi Negeri Surabaya.

Usai diamankan dan diperiksa Kejaksaan Negeri Surabaya Tersangka berinisial AS (39) tahun akhirnya diserahkan ke Polrestabes Surabaya. Kemudian Tersangka penipuan ini pun kembali diperiksa oleh petugas kepolisian untuk melengkapi berkas atas dugaan penipuan atau penggelapan.

Tersangka AS merupakan mantan karyawan swasta honorer Kejaksaan Negeri Pontianak. Tercatat ada para korban pelapor yang mengaku rugi total sekitar Rp 625 juta. Menurut Penjelasan Tersangka AS, dirinya pada tahun 2015 datang ke Surabaya bersama istri dan anaknya.

Kemudian Tersangka menggunakan atribut pakaian Dinas Resmi Kejaksaan dan mengaku sebagai Pegawai Kejaksaan Negeri dan Tinggi Surabaya. Ia menawarkan kepada para korban, yakni bisa memasukkan menjadi CPNS di Kementerian Hukum dan Ham dan Pegawai Kejaksaan.

“Awalnya kenal dari warkop. Saya pake jaket tutupi seragam (Kejaksaan). Ya saya rayu biar bisa percaya kalau saya jaksa,” Terang Tersangka saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (5/3/2021).

Sebelum penyidik kepolisian melakukan penangkapan terhadap tersangka, penyidik berkoordinasi dengan Instansi Kejaksaan Negeri Surabaya. Kemudian tersangka ditangkap pada hari Selasa tanggal 02 Maret 2021 Jam 19.00 wib di salah satu Hotel di Surabaya Pada saat tersangka menginap di hotel tersebut.

Tidak lah gratis, namun para korban harus menyerahkan sejumlah uang. Para korban tertarik dan kemudian para korban menyerahkan sejumlah uang Rp 325 Juta dan sejumlah uang Rp 300. Setelah menyerahkan uang dengan cara transfer ke rekekning tersangka, korban tidak diterima sebagai CPNS atau tidak lolos.

Para korban kemudian beberapa kali meminta tersangka agar uang yang sudah diterima saat itu dikembalikan. Namun tersangka selalu menjanjikan dan tidak pernah terealisasi. Bahkan tersangka menghilang dan tidak diketahui keberadaannya.

“Dapat transfer uang, saya pakai buat bayar hotel, sewa mobil dan kegiatan lain,” Imbuhnya.

Tersangka AS menerangkan bahwa uang yang sudah diterima dari korban digunakan untuk kepentingan pribadi dengan cara menginap di hotel bersama keluarga, sewa mobil, dan lain-lain.

Journalist : Farit Hayat
Publisher : Ahfad

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker