Surabaya

Polrestabes Surabaya Ungkap Pembunuhan di Simo Jawar, Motifnya Dendam Asmara

Surabaya – Metroliputan7.com, Polrestabes Surabaya tidak butuh waktu lama dalam pengungkapan kasus pembunuhan di Jl. Simo Jawar 5A Surabaya, Rabu (12/3/2021). Petugas kepolisian berhasil menangkap pelaku, untuk korban yakni Demiri (44) warga Madura.

Pelaku berinisial AH alias BSD (39) yang merupakan mantan suami, istri siri korban. Pelaku tertangkap Anggota Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya di kediamannya Dusun Tekab, Desa Pandan, Kec. Omben, Sampang Madura, pada Kamis Malam (11/3/2021).

Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Ambuka Yudha Hardi Putra, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol M. Akyar, S.H., M.H., mengatakan bahwa penangkapan yang dilakukan ini merupakan pelaku utama dalam kasus pembunuhan di Jl. Simo Jawar Surabaya.

Pelaku berinisial AH alias BSD (39) yang merupakan mantan suami, istri siri korban. Pelaku tertangkap Anggota Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya di kediamannya Dusun Tekab, Desa Pandan, Kec. Omben, Sampang Madura, pada Kamis Malam (11/3/2021).

“Menurut pengakuan dari tersangka, bahwa aksi pembunuhan yang dilakukannya itu dengan sendirian tanpa ada bantuan orang lain,” ungkapnya saat gelar press release di Mapolrestabes Surabaya, Jum’at (12/3/2021).

Pelaku juga mengaku sebelumnya mendapatkan informasi terlebih dahulu dari anaknya, bahwa mantan istrinya yang bernama Hosi’ah (34), yang belum resmi di ceraikannya tinggal bersama dengan korban Demiri (MD) di Jl. Simo Jawar Surabaya.

“Untuk kronologis kejadiannya terjadi pada hari Rabu (10/3/2021) sekitar pukul 10.00 WIB, Pelaku dari Sampang mengajak temannya menuju ke Surabaya, di mana Pelaku sudah siap membawa celurit yang diselipkan di pinggangnya sebelah kiri,” terang Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya.

Pada saat sampai di TKP sekitar pukul 12.00 WIB, Pelaku melihat korban sedang berjalan kaki seorang diri, selanjutnya Pelaku langsung melampiaskan amarahnya
dengan mengayunkan celurit ke arah Korban hingga mengenai tangan, pundak, perut dan paha korban.

“Tidak puas dengan perbuatannya, lantas pelaku kembali mengayunkan celurit secara membabi-buta ke arah tubuh korban. Ketika korbannya sudah tersungkur, Pelaku langsung melarikan diri dengan menaiki sepeda motor,”
ungkapnya.

Untuk motif dalam kasus ini, yakni dipicu masalah dendam Asmara yang dimiliki Pelaku lantaran istrinya yang belum resmi diceraikan oleh pelaku menikah siri dengan korban.

“Sehingga pelaku mempunyai niatan untuk melakukan penganiayaan yang begitu sadis terhadap korban, dan mengakibatkan korban meninggal dunia,” tegasnya.

Beberapa barang bukti yang diamankan dalam kasus ini, yakni 1 (satu) potong kemeja warna abu-abu, 1 (satu) potong sarung warna hijau, 1 (satu) buah clurit dengan pegangan kayu yang terlilit karet warna hitam beserta sarungnya, 1 (satu) potong kemeja warna putih milik korban, 1 (satu) potong sarung warna pink milik korban.

“Dalam kasus ini pasal yang kami kenakan kepada tersangka yakni pasal 338 KUHP,” imbuhnya.

Journalist : Farit Hayat
Publisher : Ahfad

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker