Spread the love

Surabaya – Metroliputan7.com, Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan terlarang (Narkoba) menunjukkan tren yang semakin meningkat di Indonesia.

Rehabilitasi Narkoba merupakan salah satu solusi dan upaya untuk menyelamatkan para Penyalahgunaan Narkoba dan memutus mata rantai dari belenggu Narkoba.

Yayasan PP AJIB semenjak diresmikan pada tanggal 11 Fabuari 2021, kini terus bergulir memberikan pelayanan terhadap para pecandu dan penyalahgunaan Narkoba dalam masa Rehabilitasi rawat Inap,memberikan pengawasan dalam pengobatan dan pemeriksaan rutin oleh Tim Medis Dokter PP AJIB, Sabtu (13/03/2021).

Penyalahgunaan Narkoba sebagian besar diawali dengan upaya coba-coba dan rasa ingin tahu dalam lingkungan pergaulan.

Semakin lama pemakaian, maka risiko kecanduan semakin tinggi.

Jika terus dilanjutkan, maka Dosis Narkoba yang digunakan juga akan semakin besar untuk mencapai kondisi yang diinginkan (Teler atau High), hingga pada titik tak mampu melewatkan satu hari tanpa Narkoba tanpa merasakan gejala putus Zat/ (Sakau).

Yayasan Rehabilitasi, Aura Jiwa Indonesia Bersinar (AJIB) selain pemeriksaaan rutin ada beberapa metode pelatihan terhadap pasien yang menjalani Rehabilitasi di PP AJIB seperti pelatihan tehnik berenang dan Olahraga rutin yang dibutuhkan, untuk memastikan pecandu Narkoba mencapai tahapan Normal dalam proses pemulihan.

Pemeriksaan rutin yang di lakukan melalui tim Dokter dan konselor dari PP AJIB seperti pemeriksaan tes urine 2 minggu sekali dan pengecekan tensi darah serta pemeriksaan bagi pasien Rehab rawat inap yang mempunyai keluhan penyakit tertentu.

Dalam penanganan semakin banyaknya para penyalahgunaan Narkoba/Napza Bangsa Indonesia hanya punya satu solusi bagi para pecandu Narkoba apa itu.

“Musnahkan Narkoba, Tangkap Bandarnya dan Rehabilitasi para pecandunya, InsyaAllah Indonesia Bersinar,” Pungkas Sekjen AJIB Umar Al Khothob Yang akrab di sapa Ki Dalang

Journalist : Nang/Jib
Publisher : Nang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *