Sampang

Kementerian Pertanian RI Dan Komisi IV DPR RI Berikan Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani Dan Penyuluh Di Kabupaten Sampang

Spread the love

Sampang || Metroliputan7.com 

Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah pimpinan Menteri Syahrul Yasin Limpo, SH., MSI., MH. Bersama Slamet Ariyadi S., Psi. Terus berupaya dalam meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh yang ada di kabupaten Sampang.

Peningkatan kapasitas ini salah satunya direalisasikan oleh Komisi IV DPR RI dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Bagi Petani dan Penyuluh Pertanian, Salah satunya di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Sampang sebagai calon wilayah dalam meningkatkan kapasitas para petani. 

Sampang/ Bimtek Bagi Petani Dan Penyuluh/ Madura/

Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan Unit Pelaksana Teknis (UPT), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). 

Ini merupakan pelaksanaan terakhir kali nya dari lima bimtek yang menjadi wilayah koordinasi yang ada di Sampang, dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di gedung Al-furqon desa ketapang daya, Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang. Senin (22/3/2021).

Di dalam kegiatan Bimtek ini juga dihadiri LSM dan tokoh masyarakat serta diikuti oleh 100 peserta perwakilan kelompok tani yang merupakan petani milenial dan penyuluh di lingkup 4 Kecamatan yang ada di Pantura yaitu, Kec. Robatal, Kec. Sokobanah, Kec. Ketapang dan juga Kec. Banyuates.

Mereka mendapat materi bagaimana cara  membuat Pupuk Organik Padat di Kabupaten Sampang. Materi bimtek disampaikan langsung oleh Ir Tri Handayani,M.Agr.

Di materi ini, peserta dengan semangat mengikuti bimtek yang berisi proses cara membuat pupuk organik padat tersebut.

Tujuan bimtek ini , Sesuai dengan penjelasan Nurul Qomariyah S.Sos., M.SI, untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas petani dalam berusaha tani sehingga kesejahteraannya dapat meningkat.

“Selain itu, bimtek ini juga untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas penyuluh pertanian dalam transfer teknologi kepada petani sehingga dapat bekerja secara profesional, mandiri, mampu bersaing dan berwawasan global,” Ujarnya.

Koordinator program dan evaluasi, Sangat menaruh perhatian terhadap penyuluh. Peran penyuluh amat penting bagi dunia pertanian Indonesia. 

Ia menyebut penyuluh sebagai agen perubahan peradaban pertanian.

“Penyuluh ini agen perubahan peradaban pertanian. Kalau peradaban pertanian kita berubah, itu dipastikan berkat peran dari penyuluh,” tambah Nurul.

Slamet Ariyadi S. Psi/ Sampang/ Madura/

Selain itu, Slamet Ariyadi,S.PS.i juga menyampaikan apresiasinya, Tanggung jawab penyuluh bukan hanya sekedar pertanian menjadi maju, akan tetapi pertanian harus menggunakan cara-cara baru untuk bisa menghadirkan efektivitas atau kemampuan yang lebih banyak lagi.

“Pertanian bukan hanya menumbuhkan tanaman, tapi menghadirkan hati, pikiran dan gerakan agar hidup bisa lebih baik,” Pungkas Slamet.

 

Journalist : Hens//

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker