Gresik

Oknum Perangkat Desa Kedung Rukem, Kabupaten Gresik Pungli Akte Kematian Hingga Jutaan

Gresik || Metroliputan7.com 

Di musim pandemi Covid-19 ini, banyak dimanfaatkan oleh perangkat Desa Kedung Rukem, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur untuk mencari kekayaan dengan cara melakukan pungli. Seperti yang terjadi terhadap Korban RM, 04 Maret 2021 lalu.

Dugaan ini terjadi bermula ketika seorang warga berinisial MR datang ke kantor desa untuk meminta agar di buatkan surat keterangan untuk kepentingan tertentu. Namun anehnya, setelah surat keterangan tersebut selesai di buat, akhirnya si pembuat yang berinisial AN tersebut meminta MR agar membayar administrasi dengan nominal Rp. 50.000,-. 

Tak hanya berhenti disitu, di kemudian hari MR kembali memohon untuk di uruskan surat Akta Kematian untuk Almarhum ayahnya kepada seorang oknum perangkat desa yang berinisial YL yang pada akhirnya terjadi transaksi Pungutan Liar yang juga mengatas namakan persidangan dengan menuliskan nominal sebesar Rp. 1,5JT untuk satu Akta Kematian.

MR yang merasa di tipu dalam hal ini tak tinggal diam. ia lantas melaporkan permasalahan tersebut kepada LSM GMBI.

“Awalnya saya ngurus surat keterangan di minta untuk bayar 50rb, kemudian saya ngurus akta kematian ayah saya juga di minta untuk bayar 1,5jt, bahkan untuk buktinya saya juga ada”, ungkap MR.

Mendapat laporan dari MR, ketua LSM GMBI Distrik Gresik pun tidak tinggal diam, ia menugaskan salah seorang anggotanya untuk melakukan klarifikasi terhadap kepada desanya, akan tetapi kepala desa setempat tidak mengindahkan hal tersebut, ia lebih mementingkan berziarah ke makam punden dari pada memberikan klarifikasi yang di minta.

ketua LSM GMBI distrik Gresik M. Hudin pun angkat bicara, ia menyampaikan kepada awak media bahwasanya ia akan segera melakukan pelaporan pada instansi terkait agar segera di tindak lanjuti dengan bukti-bukti dan kesaksian yang ada.

“Kami sebagai Lembaga Sosial Kontrol tidak akan diam melihat hal seperti ini terjadi pada masyarakat, ini adalah bentuk kedholiman yang di lakukan oleh oknum perangkat desa kepada warganya, akan kami usut tuntas permasalahan ini dan akan kami laporkan kepada pihak-pihak terkait termasuk Aparat Penegak Hukum juga Satuan Sapu Bersih Pungutan Liar,” Tegas M. Hudin.

Hal yang seharusnya menjadi fasilitas umum secara gratis bagi masyarakat sering kali di manfaatkan oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi, semoga kedepanya pemerintahan Kabupaten Gresik lebih di perketat dalam sistem pengawasannya.Tim Gresik. 

 

Journalist : Bas//

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker