Opini

Pendekar Tebuireng

Opini – Metroliputan7.com, KH Abdul Choliq Hasyim, atau yang sering di kenal dengan Kiai Choliq Hasyim merupakan putra keenam dari pasangan KH Hasyim Asy’ari dengan Nyai Nafiqah.

KH Choliq Hasyim menjadi pengasuh Pesantren Tebuireng kelima setelah kepulanggannya dari Makkah kedua kalinya. KH Choliq Hasyim dikenal sakti yang mandraguna, selain itu beliau merupakn seorang yang dikenal dengan kedisiplaninannya sehingga disegani oleh masyarakat.

KH Adul Choliq Hasyim, lahir pada tahun 1916 putra keeanam dari Hadrautussyaikh Hasyim Asy’ari dan Nyai Nafiqah. Abdul Hafidz merupakan nama kecil KH Abdul Choliq Hasyim. Sejak kecil kelebihan Gus Choliq sudah mulai tampak.

Ketika ada mobil tamu, Gus Choliq kecil menekan ringan bodi mobil tersebut dengan jarinya. Anehnya seketika itu bagian yang dipencetnya penyok, padahal terbuat dari besi baja yang keras.

Pernah Chadrotussyekh menghukumnya. Gus Kholiq diikat di sebuah pohon sawo dan diberi kelangrang (semut merah ganas). Namun semut-semut itu hanya lewat begitu saja dan tidak mau menggigit tubuh Gus Choliq.

Suatu ketika Gus Choliq Hasyim mengajak putranya yang tengah duduk di kelas 4 MI, untuk mendirikan salat berjamaah di Ndalem Kasepuhan Pesantren Tebuireng.

Namun ada yang aneh, keduanya shalat saling membelakangi: Kiai Choliq menghadap kiblat dan Gus Hakam membelakangi kiblat.

Gus Hakam (putranya) yakin bahwa beliau menghadap ke arah kibalt sesuai keyakinannya. Beliau bersandar pada kaidah fiqih: “Keyakinan tidak dapat digugurkan oleh keraguan.”

Setelah salam, Kiai Choliq terkejut melihat putranya salat dengan membelakangi kiblat. Perdebatan terjadi di antara bapak dan anak ini. Gus Hakam tetap ngotot bahwa arah kiblat yang beliau yakini benar.

Kemudian Kiai Choliq salat dua rakaat dan memanjatkan doa. Lalu, beliau memerintahkan Gus Hakam untuk mengulangi salatnya di atas sajadah sang ayah.

Tatkala Gus Hakam tengah takbiratul ihram di atas sajadah sang ayah, beliau melihat Kakbah berada tepat di depan mata. Akhirnya, Gus Hakam mengakui bahwa arah kiblat yang didawuhkan (disampaikan) ayahnya adalah benar.

Kiai Choliq sangat disegani masyarakat karena memiliki ilmu kanuragan tinggi. Hampir setiap hari tamu-tamu berdatangan ke rumahnya, baik meminta doa-doa atau meminta syarat kesembuhan.

Masyarakat sangat percaya bahwa Kiai Choliq mewarisi kesufian dan kekaromahan Abahnya, Chadrotus Kyai Hasyim Asy’ari, sehingga bisa melakukan keajaiban-keajaiban tertentu.

Kiai Kholik juga merupakan orang dekat Jenderal Sudirman bersama kakaknya, Kiai Wahid Hasyim (ayah Gus Dur). Kiai Kholik mengundurkan diri dari militer pada tahun 1952 dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel (Letkol), kemudian pergi ke Makkah guna menunaikan ibadah haji untuk kedua kalinya.

Konon, Kiai Choliq pernah menurunkan buah kelapa tanpa memanjatnya. Cukup menggerakkan tangan dari bawah, buah kelapa sudah berjatuhan.

Kiai Kholik juga terkenal kebal senjata tajam. Saat terjadi peristiwa G30S PKI, Kiai Kholik memberikan amalan untuk kekebalan dan kesaktian kepada para santri dan masyarakat.
beliau juga terkenal kebal senjata tajam.

Kiai Kholik merupakan orang dekat Jenderal Sudirman bersama kakaknya, Kiai Wahid Hasyim. Kiai Kholik mengundurkan diri dari militer pada tahun 1952 dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel (Letkol), kemudian pergi ke Makkah guna menunaikan ibadah haji untuk kedua kalinya.

Pada masa penjajahan, Kiai Kholik pernah ditahan oleh tentara Belanda tanpa alasan yang jelas. Beliau dijatuhi hukuman mati. Keluarga dan santri Tebuireng cemas dibuatnya. Pada detik-detik terakhir menjelang eksekusi, Kiai Kholik meminta waktu kepada algojo untuk salat dua rakaat. Seusai salat, Kiai Kholik mengangkat tangan berdoa kepada Allah. Anehnya, setelah itu pihak Belanda menyatakan bahwa Kiai Kholik tidak jadi dihukum mati.

Senin, 21 Juni 1965, tiga bulan atau 100 hari sebelum meletusnya peristiwa G.30.S/PKI. Kiai Choliq menderita sakit. dan ahirnya, Allah telah menghendaki Kiai Choliq untuk menghadap kepada-Nya

Jenazah Kiai Choliq dimakamkan di komplek pemakaman keluarga pesantren Tebuireng. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan segala yang beliau rintis bermanfaat bagi generasi selanjutnya.

Penulis : Idham
Publisher Nang

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker