Spread the love

Opini – Metroliputan7.com, Orang bijak berkata, tidak ada makhluk yang lebih mulia dari pada akal karena akal adalah alat untuk menerima kebenaran dan otak sebagai Dewan perbandingan Agung serta Hati sebagai Penasehat utama yang tidak bisa menggunakan akal sehat adalah orang Bodoh, yang tidak mau menggunakan akal sehat adalah orang mabuk.

Akal adalah raja, sedangkan tabiat adalah rakyatnya, jika akal lemah untuk mengatur tabiat itu, maka akan timbul kecacatan
padanya.

Kita sudah sering mendengar perkataan Ulama-ulama Radikal takfiri dan Ulama-ulama Radikal ini bukan berdakwah yang benar tapi mendoktrin.

Mereka berkata, Agama itu Wahyu, Agama itu Dalil, jadi jangan pergunakan akal itu Haram, ikuti saja perkataan kami sebagai penerus Nabi, ikuti saja teks.

Sepintas lalu alasan mereka ini kelihatannya benar, tetapi setelah kita kaji mendalam teryata salah.

Islam adalah Agama Rasional, dalam ajaran Islam akal mempunyai kedudukan tinggi dan banyak dipakai, bukan dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan saja, tetapi juga dalam perkembangan ajaran-ajaran keagamaan islam sendiri, pemakaian akal dalamm Islam diperintahkan dalam Al-Qur’an sendiri, penghargaan tinggi terhadap akal terdapat dalam Al-Qur’an sendiri, tidak sedikit ayat-ayat yang menganjurkan dan mendorong manusia supaya banyak berfikir dan mempergunakan akalnya.

Tetapi yang terjadi sekarang ini terhadap sebagian Umat Islam, terutama Kaum Radikal adalah mengharamkan akal dalam memahami Agama dan jadilah pengikutnya itu Budak Doktrin, Budak Dogma, dan akhirnya Islam bukan lagi merupakan Agama Rasional, tetapi sudah menjadi terbelakang dalam Bidang apapun (Tidak digeneralisasi).

Jadilah pemikir yang cerdas dan Bertanggungjawab dan janganlah hanya sekedar jadi pengikut Buta, penyembah Kebodohan.

Sekarang ini suka tidak suka masalah terbesar Umat Islam adalah kebodohan dan ini fakta, sebagian Umat Islam (Tidak digeneralisasi, khusus untuk Radikal takfiri) dilanda kebodohan beragama karena telah diharamkan dan mengharamkan akal dalam memahami Agama, jadilah mereka makhluk yang tidak Berakal, Datang, Duduk, Dengar, Percaya, Patuh dan Ikuti, meskipun semua perkataan yang keluar dari mulut Ulama mereka sangat Kotor, Hoax, Fitnah, Provokasi, Adu Domba, memecah Belah, tetapi wajib mereka terima dan ikuti dengan suka Cita, Baliho mereka Sembah, Jumbo jelas-jelas cabul tetap mereka sembah dan bagi mereka ini dia adalah Nabi dan semua itu adalah kebodohan dalam beragama yang tidak ada obatnya, Akal telah Mati, Zombie Agama yang menjadi Budak Doktrin, Budak Dogma.

Bencana akibat kebodohan adalah sebesar-besar musibah seorang manusia. (Al-Ghazali).

Jihad yang dibutuhkan Zaman ini adalah Jihad Ekonomi dan Pendidikan karena Musuh kita adalah Kemiskinan dan Kebodohan, serta lemahnya keyakinan.

Ini sangat benar sekali, salah satu Jihad yang sangat benar yang harus dikerjakan adalah tentang kebodohan, secara fakta sebagian Umat ini telah dilanda bencana besar yang bernama kebodohan, lihat saja ulamanya berteriak penggal kepala, umatnyapun riuh setuju gembira dan akhirnya mereka menjadikan agamanya sadis dan menakutkan.

Secara fakta, umat islam telah jauh tertinggal dalam bidang apapun, jauh tertinggal dari negara yg diteriaki kafir, apalagi dibidang IPTEK.

Mereka sibuk IPTEK, sibuk penelitian utk kemanusiaan dlm hal pengobatan dan sementara kita sibuk membahas kata ” Habib “.

Beragama tidak berakal, mereka pemelihara kebodohan, didalam gelap mereka berjalan, mengagungkan kefanatikan, bangga dgn ritual kekerasan kerusuhan, derajat mereka lebih rendah dari hewan dan akan mati karena kebodohan.

Penulis : Idham
Publisher : Nang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *