Sampang

Kerapan Sapi Di Pangarengan Sampang Diduga Langgar Prokes, “Percuma Pemerintah Menerapkan Prokes Covid-19”

Sampang – Metroliputan7.com, Acara kerapan sapi yang digelar di Lapangan Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, Di masa pandemi Covid-19 saat ini berlangsung meriah. Sabtu (27/3/2021).

Namun Sangat di sayangkan, Di tengah kemeriahan yang terjadi, Malah dapat ditemukan banyak sekali penonton yang tidak menerapkan protokol kesehatan atau Prokes, Yakni tidak menggunakan masker. Bahkan, berkerumun tanpa menghiraukan himbauan pemerintah agar tetap menjaga jarak.

Walaupun dengan adanya rumor bahwa Pemerintah Kabupaten Sampang akan menunda pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2021, Lantaran di khawatirkan terjadinya kerumunan massa. Tap,i tetap penonton yang hadir di acara kerapan Sapi tersebut melanggar prokes.

Karapan Sapi Di Pangarengan Sampang/ Langgar Prokes/ Sampang/ Madura/

Menurut salah satu penonton yang enggan disebut identitasnya, Ia mengaku sangat menyayangkan kerumunan masyarakat ditengah situasi pandemi covid-19 saat ini. Apalagi tanpa menghiraukan protokol kesehatan.

“Terlihat kerumunan orang mengabaikan jarak fisik satu sama lain, Dan tidak sedikit juga orang yang berteriak dengan tidak menggunakan masker,” Ungkap Salah seorang Masyarakat yang resah tersebut.

Selain itu, Tim gugus tugas Covid-19 juga dirasa lamban dan kurang tegas dalam menyikapi permasalahan tersebut. Menurutnya, dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Mestinya seluruh warga membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penularan virus corona.

“Sangat menyayangkan. Apalagi datangkan banyak orang tanpa ijin dan tanpa mengindahkan protokol kesehatan,” tandasnya.

Sementara itu, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sampang Rachmat Sugiono saat dikonfirmasi, mengaku tidak mengeluarkan ijin. Namun, pihaknya hanya memberikan rekomendasi acara tersebut.

“Kita dari gugus tugas tidak mengeluarkan ijin, tapi merekomendasikan kegiatan dengan ketentuan-ketentuan panitia siap menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan,” ujar pria yang akrab disapa Yon ini.

Disinggung soal sanksi terkait adanya dugaan pelanggaran prokes yang terjadi dilokasi tersebut. Menurutnya, Sesuai surat rekomendasi apabila panitia penyelenggara dan peserta tidak patuh, Maka akan dilakukan penegakan hukum sesuai dengan Perbup nomor 53/2020.

“Ada tim bagian penindakan yang menganalisa apakah di lokasi acara ada pelanggaran atau tidak,” Tandasnya.

Terpisah, Kepala Pos Polisi (Kapospol) Pangarengan Ipda Darus, Saat dikonfirmasi via chat WhatsApp tidak membalas, Meskipun chat tersebut telah dibaca olehnya. 

 

Journalist : Hens//

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker