Surabaya

Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia : Kekerasan yang Menimpa Kepada Jurnalis Majalah Tempo Nurhadi Adalah Perbuatan yang Biadab

Surabaya – Metroliputan7.com, Ketua Umum DPP Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia, R. H. Moh. Ali Zaini SE., menanggapi kasus kekerasan yang dialami Jurnalis majalah Tempo, Nurhadi saat menjalankan tugas jurnalistik, Jumat (2/4/2021).

R. H. Ali Zaini menjustifikasi dan mengutuk keras perbuatan biadab tersebut, ia menilai perlakuan terhadap Nurhadi adalah tindak pidana termaksud dalam Pasal 18 ayat 1 Undang-undang No.40 tahun 1999 tentang Pers. Menghalang-halangi kegiatan Jurnalistik.

“Kekerasannya jelas memenuhi ketentuan KUHP serta merupakan delik Pidana Biasa. Pasal penganiayaan, penyekapan dan lainnya,” kata Ketum LPKAN kepada awak media Metroliputan7, Kamis (1/4/2021).

(Metroliputan7) Foto : Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia Bersama Antasari Azhar

Selain itu, menurut H. Ali Zaini, tindak kekerasan ini juga dianggap melanggar UU Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, UU No.12 tahun 2005 tentang tentang pengesahan konvensi hak sipil dan politik. Dan berbagai perundangan lainnya.

Ia menekankan agar Penegak Hukum mengusut tuntas perbuatan biadab tersebut sampai pelakunya dihukum setimpal. Bukan hanya sekedar memediasi.

“Penegak hukum harus menerapkan pasal berlapis terhadap pelaku dan segera melakukan penangkapan serta menahan pelaku,” tegasnya.

Tak hanya itu, H. Ali Zaini juga meminta agar Ombudsman RI, Ombudsman RI Perwakilan Jatim, Kompolnas RI, Komnas HAM RI, Kajati Jatim, Ketua PN Surabaya dan berbagai instansi lain yang berkompeten serta berkaitan untuk menjalankan fungsinya secara proporsional dan profesional.

“Saya harap semua rekan-rekan jurnalis khususnya Anggota LPKAN dan semua Organisasi Jurnalis mengawal ketat kasus hukumnya hingga tuntas. Dan khusus Anggota LPKAN agar melaporkan perkembangannya periodik kepada Ketua Umum LPKAN,” tuturnya.

Jurnalis majalah Tempo, Nurhadi mendapat perlakuan kekerasan saat menjalankan tugas jurnalistik, Sabtu (27/3/21) malam di Surabaya. Penugasannya sudah dipertegas Pimred Tempo. Dan Nurhadi juga telah melaporkan kejadian yang dialami ke SPKT Polda Jatim, Minggu (28/3/21).

“Secara umum bila jurnalis yang sedang melaksanakan tugasnya namun dihalang-halangi dalam melaksanakan tugas jurnalistik atau mengalami permasalahan terkait tugas jurnalistiknya/pemberitaannya, seyogyanya organisasi jurnalis yang bersangkutan melakukan pembelaan secara profesional dan proporsional,” imbuhnya.

Journalist : Red/
Publisher : Ahfad

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker