Spread the love

Opini – Metroliputan7.com, Wali Songo adalah sembilan orang tokoh yang berjasa paling besar dalam penyebaran Agama Islam ditanah Jawa, mereka yaitu :

Sunan Bonang, Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, Sunan Drajat, Sunan Kali Jaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Gresik, Sunan Giri.

Adapun Sunan itu artinya “Orang yang dimuliakan”.

Adapun Wali Songo yang menggunakan Kesenian sebagai sarana dalam dakwah mereka adalah :

  1. Sunan Bonang dengan Kesenian Gamelan.
  2. Sunan Kali Jaga dengan Kesenian Gamelan dan Wayang kulit.
  3. Sunan Drajat melalui tembang Pangkur dengan iringan Gending.
  4. Sunan Giri menggunakan Kesenian Wayang Kulit dan Jelungan.
  5. Sunan Muria menggunakan Kesenian Wayang dan Gamelan.
  • Kenapa pada waktu itu Agama Islam bisa diterima masyarakat Jawa ?

Karena para Sunan ini dalam berdakwah menggunakan kearifan lokal, menggunakan Budaya lokal, menggunakan Kesenian lokal, menggunakan Adat Istiadat lokal, dengan Santun dan Ramah.

Maka dari itu masyarakat Jawa mau memeluk Agama Islam.

  • Pernahkah para Sunan ini dalam berdakwah berteriak-terak Bid’ah, Syirik, Musyrik, Khurafat, Takhyul terhadap Budaya, Adat Istiadat, Kearifan lokal, Kesenian Daerah dan Candi-candi yang telah ada ?.

Pernahkah para Sunan ini dalam berdakwah berteriak Kafir, Busana Daerah Haram, tidak berjilbab Dosa akan masuk Neraka, Kebaya Haram, Sanggul juga Haram ?.

Jika saja para Sunan ini dari awal langsung berdakwah sangat keras dan sangat kasar, langsung bilang semua Budaya, Adat Istiadat, Kesenian, Pakaian, semua Kearifan lokal adalah Bid’ah, Syirik, Musyrik, Haram, Kafir, maka saya pastikan Islam akan ditolak, akan sangat keras ditolak dan dilarang masuk di Jawa.

Tetapi karena para Sunan ini dakwahnya ramah dan bijak, maka Agama Islam pun bisa diterima di Jawa.

Sekian lama waktu berjalan, kemudian masuklah kelompok-kelompok Wahabi Salafi Takfiri, berdirilah ormas-ormas Radikal, yang berdakwah seperti kasar dan sangat keras, mereka mengklaim kebenaran tunggal adalah mereka, bahwa semua Budaya, Adat Istiadat, Tradisi, Kearifan lokal, Kesenian Daerah, Busana Daerah, hukumnya adalah Bid’ah, Haram, Syirik, Musyrik, Kafir dan yang mengerjakannya akan masuk neraka, maka dari itu semuanya itu harus dimusnahkan.

Nabi Muhammad SAW diutus adalah untuk menyempurnakan akhlak yang baik.

Nabi Muhammad diutus bukan untuk mengubah suatu Budaya Daerah atau lain Bangsa/Negara dan harus wajib ikut Budaya Arab.

Bahwa Budaya itu bukan Agama, Budaya adalah Identitas asli sebuah Bangsa, jadi jika Budaya, Adat Istiadat, Kearifan lokal, Kesenian Daerah, Busana Daerah, jika semua itu lenyap maka Identitas asli sebuah Bangsa pun ikut lenyap.

Semakin hari kebudayaan Nusantara semakin terkikis dan dalam hal ini seperti tepat NU menggusung Islam Nusantara, kembali kejati diri asli Nusantara, berislam dengan Budaya Nusantara, Islam yang Santun, Berbudaya, ramah toleran, berakhlak dan berperadaban.

Islam Nusantara yang digaungkan NU seakan melahirkan konflik horizontal dan bagi kaum pembenci NU ini adalah kesempatan untuk menyerang NU, mereka berkata Islam Nusantara itu sesat, tidak ada dlm islam.

Padahal NU itu sedang memperkenalkan bahwa agama itu tidak bisa lepas dari unsur tradisi dan budaya.

Lebih diarahkan untuk lebih memahami, bahwa islam yang hadir di Nusantara tidak pernah mempertentangkan antara agama dan tradisi atau budaya masyarakat setempat, karena agama dan budaya pada awalnya satu entitas, bukan terpisah,
dan justru faktanya yg membuat konflik horizontal adalah kelompok wahabi salafi takfiri dengan doktrin mereka bid’ah, syirik, musyrik, haram, kafir. Merekalah yang membuat konflik yang membenturkan budaya dengan agama.

Budaya asli Nusantara, budaya asli daerah, kearifan lokal, tradisi, adat istiadat, kesenian daerah, busana daerah bahwa semua itu bukan budaya islam ?.

Sangat lucu sekali, sangat bodoh sekali yg bilang seperti ini, jadi pertanyaannya budaya islam itu yang seperti apa ?.

Mereka akan bilang : Budaya Arab adalah budaya islam karena Nabi berasal dari Arab.
Inilah kebodohan akut dlm beragama, budaya asli bangsa sendiri yg luhur hendak dimusnahkan dan diganti dengan rongsokan budaya Arab.

Padahal secara fakta budaya Indonesia sendiri lebih mulia dari pada budaya Arab, contohnya coba bandingkan budaya Jawa dgn budaya Arab ? Dan saya akan bilang budaya Jawa itu lebih mulia dari pada budaya Arab.

Pertahankan Budaya Asli Nusantara.

Penulis : Idham
Publisher : Nang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *