Spread the love

Opini – Metroliputan7.com, Penyakit Umat Islam di Indonesia adalah kerap menyamaratakan antara Islam dengan Arabisme.

Banyak orang Islam Indonesia berpendapat karena Islam itu berasal dari tanah Arab, semua yang ada di Arab saudi sudah pasti 100% Islam,
(KH. Syafii Maarif).

Budaya bukanlah Agama, Islam berasal dari Arab tapi Tuhan tidak berasal dari Arab dan Budaya Arab, bukanlah simbol islam.

Budaya adalah untuk menunjukan sebuah eksistensi Bangsa dan bukan simbol dari sebuah Agama.

Dalam sejarah Bangsa Indonesia, Agama dan Budaya telah bersinergi dan menghasilkan nilai-nilai Norma dan Etika yang luhur.

Semua itu terbukti telah mempersatukan Bangsa Indonesia sejak dulu meski memiliki banyak keragaman.

Sikap membenturkan Agama dan Budaya Indonesia dapat merusak Modal Sosial dan Modal Kultural yang mana merupakan pondasi Bangsa Indonesia, hal itu dapat mengancam Persatuan dan Kesatuan bangsa.

Adapun kelompok yang membenturkan Budaya/Adat Istiadat dengan Agama adalah kelompok Wahabi Salafi serta kelompok Radikal Takfiri lainnya.

Adapun doktrin Ustad Wahabi Salafi kepada para jemaahnya adalah, Dilarang/diharamkan menggunakan akal dlm memahami Agama, maka jadilah para pengikutnya/jemaahnya Budak Doktrin, Budak Dogma, mereka tidak bisa membedakan antara Agama dan Budaya.

Budaya dianggap mereka atribut Agama, mereka berpaham bahwa budaya Indonesia bertentangan dengan Agama Islam, semua Budaya Nusantara itu Bid’ah, Syirik, Musyrik dan harus dimusnahkan dan sebagai gantinya adalah Budaya Arab, bagi mereka Budaya Arab adalah simbol Islam dan tidak bisa dipisahkan dari Islam, mereka berpaham kalo jadi Islam, jadilah orang Arab dan bawa semua Budaya/Adat istiadat orang Arab, maka akan menjadi islam yang Kaffah.

Adapun ajaran Islam yang sebenarnya adalah, bahwa Budaya bukanlah Agama dan jangan dibenturkan.

Islam berasal dari Arab tapi Tuhan tidak berasal dari Arab dan Budaya Arab bukanlah simbol Islam, dan untuk apa Nabi Muhammad SAW diutus ?.

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik (HR. Ahmad 2/381).

Nabi diutus bukan diperintahkan untuk menghancurkan Budaya di suatu Negara dan digantikan dengan Budaya Arab dan jangan pernah menyamakan Budaya Arab Jahiliyah dengan Budaya Indonesia, karena Budaya Nusantara tidak sama dengan Budaya Arab Jahiliyah.

Wahabi Salafi menyebarkan Agama Islam dengan sangat Kaku, Radikal dan wajah Seram, yang hanya berkutat pada Bid’ah, Syirik Musyrik, Haram, Sesat dan Kafir, mereka mendoktrin bahwa Budaya, Adat Istiadat, Kearifan Lokal, Kesenian Daerah Asli Indonesia bertentangan dengan Islam dan harus dimusnahkan karena tidak ada dicontohkan Nabi tentang semua itu.

Sangat berbeda sekali dengan Wali Songo yang sangat Arif, Bijaksana dan Fleksibel dalam menyebarkan Agama Islam di Nusantara.

Wali Songo menyebarkan Islam dengan nilai-nilai Kebudayaan dan kearifan Lokal Nusantara.

Sebelum datangnya Agama-agama yang lahir diluar Nusantara, Nusantara telah lama memiliki Budaya hingga saat ini terlestarikan.

Islam yang lahir di Arab dibawa oleh Wali Songo adalah Islam yang benar-benar Murni, yang tidak tercampur dengan Budaya Arab, sebab mereka paham bahwa Budaya Arab tidak sesuai dengan masyarakat Nusantara.

Bahkan Wali Songo tidak mempermasalahkan sebutan Syahadatain yang sering dilapalkan dengan sebutan Sekaten.

Sebab apa guna sebuah bahasa jika tidak mampu menyampaikan pesan.

Nyatanya Sekaten lebih mampu menyampaikan pesan dari pada Syahadatain.

Dengan ini dapat dilihat bahwa pemahaman Wali Songo tentang Budaya dan Agama begitu dalam, Wali Songo paham betul bahwa Islam berasal dari Arab tapi Tuhan tidak berasal dari Arab dan Budaya Arab bukanlah simbol Islam, maka Lestarikan Budaya Indonesia.

Penulis : Idham
Publisher : Nang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *