Spread the love

Surabaya – Metroliputan7.com, Novi, Lurah Babatan Wiyung Surabaya akan segera dilaporkan ke pihak Aparat Penegak Hukum (APH) oleh Suwiryo selaku anak dari ahli waris Tasemi.

Pelaporan yang segera dilakukan dikarenakan, pihak kelurahan diduga telah menghilangkan histori tanah Leter C milik kakeknya Dasemo di tahun 1960.

Hal tersebut diketahui ketika pihak Lurah Novi didampingi sekretaris kelurahan (Sekel), Babinsa dan bhabinkamtibmas mengadakan mediasi ke dua dengan para ahli waris yang dihadiri oleh anak dari almarhum Rohman dan Suwiryo dan kuasa hukumnya Kumarto, anak dari Tasemi, Rabu (14/04/2021) pagi.

“Saat itu, karena anak dari yang bersangkutan (Dasi) tidak hadir akhirnya Lurah Babatan Wiyung bersepakat untuk membuka histori tanah Persil 77,” ujar Kumarto saat dikonfirmasi wartawan ini.

Lanjut Kumarto, ketika di buka buku histori tanah, ternyata tanah Leter C histori yang dikeluarkan di tahun 1973 berdasarkan lansiran.

“Ketika kami tanya mengenai histori tanah Leter C yang tahun 1960, pihak kelurahan bilang hilang,” kata Kumarto.

Masih kata Kumarto, seharusnya kalau benar-benar histori tanah tahun 1960 itu hilang, seharusnya pihak kelurahan melaporkan ke pihak yang berwajib (Kepolisian) agar pusat bisa mengeluarkan histori tanah di tahun 1960.

“Ini ada apa sebenarnya, hak orang seperti dipermainkan semacam ini. Tidak mungkin, sebuah dokumen negara bisa lenyap begitu saja tanpa adanya pertanggung jawabkan,” tukasnya.

Kumarto dan Suwiryo akan melaporkan Lurah Babatan jika memang Letter C tahun 1960 tersebut hilang. Dan diduga adanya upaya untuk menggelapkan dokumen negara.

“Atau ini ada persekongkolan untuk menyembunyikan Letter C tahun 1960. Karena dari Letter C tahun 1960 ini, dapat diungkap asal usul tanah tersebut. Makanya, oleh Lurah Babatan, Kerawangan tahun 1973/1974 tidak boleh difotocopy ataupun difoto,” ungkapnya.

“Bahkan, Kerawan tahun 1973/1974, sudah atas nama Dasi dan Trisno. Kita mencari tahu asal usul tanah ini kok bisa berubah nama tanpa adanya keterangan,” pungkasnya.

Sedangkan untuk Lurah Babatan Wiyung Novi saat dikonfirmasi wartawan terkait histori tanah Leter C di tahun 1960 kok hilanga, enggan berkomentar dan hanya menjawab “silahkan tanya yang bersangkutan”.

Journalist : Basori
Publisher : Ahfad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *