Spread the love

Sumenep – Metroliputan7.com, Sudah menjadi sebuah komitmen yang tidak bisa diganggu gugat oleh semua anggota yang tergabung di wadah Komunitas Sumekar Bersatu (KSB) untuk melakukan kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat yang keberadaannya dikategorikan tidak mampu, yakni fakir miskin bahkan anak anak yatim.

Dikukuhkannya komitmen tersebut atas kesepakatan bersama dalam membentuk visi misi menjadi motor pergerakan sosial yang solid demi mewujudkan sebuah kepedulian antar sesama di Kabupaten Sumenep.

Kegiatan Komunitas Sumekar Bersatu (KSB) tidak akan finis hanya di bulan Ramadhan saja, karena faktanya sebelum bulan ramadhan KSB pun sudah menyisir ke beberapa rumah orang yang tidak mampu untuk diberikan santunan agar bisa mengurangi beban hidup bagi mereka yang memerlukan uluran tangan.

Kali ini KSB kembali rapatkan barisan memperlihatkan sebuah kekompakkan dan kepeduliannya untuk memberikan bantuan kepada ibu busara yang berusia 80 Tahun dan pak mawardi yang berusia 70 tahun di Dusun Katibas Desa Guluk-Guluk Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep.

Kegiatan tersebut di bagi ke 3 tempat berbeda. Yang pertama, dilakukan di Desa Giring, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep dengan di komandoi oleh LBH Peduli Hukum dan Ham, Andi Kusmanto. Minggu pada pukul 12.00 Wib.

Dan Kegiatan Kloter ke dua dan ke 3 di kordinatori oleh Basori pada pukul 15.00 wib, Ahad (18/04/2021).

Basori mengatakan, bantuan sembako yang diberikan kepada ibu Busara dan Bapak Wardi tujuannya untuk membantu meringankan beban ekonomi di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

“Tujuannya Komunitas Sumekar Bersatu (KSB) untuk memberikan bantuan demi mengurangi beban ekonomi mereka ditengah pandemi Covid 19,” ujar Basori.

“Karena Komunitas Sumekar Bersatu (KSB) selain sebagai alat sosial kontrol, mempunyai komitmen meringankan beban masyarakat,” imbuh Basori.

Lebih lanjut Basori mengatakan bahwa dana bantuan yang dikordinatori oleh dirinya berasal dari pengumpulan para anggota Komunitas Sumekar Bersatu.

“Sementara, Kegiatan Kloter pertama yang di Komandoi oleh Andi Kusmanto di Desa Giring berasal dari uang pribadi Andi Kusmanto Sendiri,” pungkasnya.

Journalist : Abi Munif/Red
Publisher : Ahfad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *