Spread the love

Surabaya – Metroliputan7.com, Beredar simpang siurnya pemberitaan Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya bersama perwira dan anggota Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya yang ditangkap oleh Paminal Mabes Polri terkait pesta sabu di salah satu hotel di Surabaya Selatan, masih menjadi perbincangan panas di Kota Surabaya.

Bahkan, kejadian ini menjadi flash back salah satu kasus besar yang menimpa Kota Surabaya. Dimana, pada tahun 2020 tersebut, yang juga dibulan Ramadhan, beredar pemberitaan, dimana, Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian diperiksa Div Propam Mabes Polri terkait menerima uang damai sejumlah 2 Milyar untuk melepas tersangka narkoba.

Apakah bulan Ramadhan merupakan bulan keramat untuk Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya? Mengapa dibulan suci Ramadhan tahun 2020 dan tahun 2021, lagi – lagi Sat Resnarkoba diterpa isu pelepasan tersangka narkoba, bahkan juga saat ini ditambah dengan pesta narkoba.

Saat konferensi pers beberapa waktu yang lalu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Edison Isir mengatakan bahwa Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP memo Ardian ke Mabes Polri diperiksa sebagai saksi atas pesta sabu yang dilakukan oleh anggotanya.

Sebelumnya, 5 anggota Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, dimana 2 diantaranya menjabat sebagai Kanit Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, yang digerebek oleh Paminal Mabes Polri saat pesta sabu di hotel Midtown bersama 3 orang sipil seusai transaksi perdamaian pelepasan terduga bandar sabu.

“Kami membenarkan adanya oknum Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya yang diamankan oleh Div Propam Polri yang bekerjasama dengan Div Propam Polda Jatim,” ujar Kapolrestabes saat konferensi pers pada hari Jum’at malam (30/4/2021).

Adapun anggotanya yang diamankan yakni, berinisial Iptu EJ, Iptu MS, Aipda AP, Brigadir S dan Brigadir IS atas kasus penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan narkotika.

“Penangkapan tersebut, dipimpin oleh satu perwira tinggi berpangkat Brigjen Pol dan tiga perwira menengah berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), di hotel Surabaya selatan,” ungkapnya tanpa didampingi Kasat Narkoba Pokrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian.

Namun, berdasarkan narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya, membenarkan bahwa Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP memo Ardian memang tidak ditangkap saat aksi pesta narkoba di hotel tersebut, melainkan dibawa ke Mabes Polri guna diperiksa dalam perkara perdamaian untuk melepaskan terduga bandar sabu.

“Jadi, diperiksanya bukan karena pesta narkobanya, tetapi terkait melepaskan terduga bandar sabunya. Saat Paminal Mabes Polri ke Ruangan Kasat Narkoba, ditemukan uang dalam koper, pistol dan sabu. Bahkan brankas milik Kasat juga dibawa oleh Paminal Mabes Polri,” ucapnya, Sabtu (1/5/2021).

Journalist : Tim/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *