Spread the love

Gresik – Metroliputan7.com, Polres Gresik menggelar konferensi pers hasil ungkap kejahatan 3C (Curat, Curas dan Curanmor) yang terjadi pada bulan Maret sampai April 2021. Kejadian tersebut berhasil diungkap oleh Sat Reskrim Polres Gresik bersama polsek jajaran.

Pada press release tersebut Kapolres Gresik AKBP Arief Fotrianto SH, SIK, MM, menyampaikan hasil ungkap dari anggota dan jajarannya. Terhitung satu bulan, Satreskrim Polres Gresik dan polsek jajaran berhasil mengungkap 20 kasus, dengan mengamankan sebanyak 24 tersangka.

“Diantaranya Curat 10 kasus 11 tersangka, Curas 2 kasus 3 tersangka, dan Curanmor 8 kasus 10 tersangka,” terang Kapolres di halaman Mapolres Gresik, Senin (11/5/2021).

Menurutnya, ada beberapa kasus yang menonjol yaitu, Curanmor yang terjadi pada 22 April 2021 di Perum PPS Desa Suci Kec. Manyar Gresik, pencurian motor Honda Beat W 6145 AV dan modus operandinya dengan cara mengambil motor dengan kunci yang dibawanya, sementara penadah menjualnya secara online.

“Pelaku berinisial KY warga Jombang dan dijerat pasal 363 KUHP dan tersangka AG, AS dan DT warga Nganjuk dijerat pasal 480 KUHP,” ungkap AKBP Arief.

Kemudian, lanjut Arief, pencurian dengan kekerasan (Curas) yang terjadi pada 12 Feb 2021, sekira pukul 19.30 wib di pinggir jalan Kec. Driyorejo Gresik. Dengan empat orang pelaku dan dua diantaranya DPO, yaitu pencurian sepeda motor dan targetnya adalah laki laki dengan perempuan sedang berpacaran di pinggir jalan, laki laki dengan perempuan di bawah umur dengan alasan menabrak atau memukuli saudara pelaku dan kemudian mengambil motor secara paksa.

“Pelaku berjumlah empat orang, berinisial AN dan DN warga Kec. Menganti Gresik, sementara untuk NN dan HD masih buron (DPO),” ungkapnya.

Selanjutnya, pencurian dengan pemberatan (Curat) yang terjadi pada Selasa 4 Mei 2021 pukul 04.00 wib di Kecamatan Kebomas Gresik, yaitu pencurian kotak amal dengan cara merusak kunci kotak tersebut.

“Pada saat sholat subuh, takmir masjid Ar Roudloh diberitau oleh orang tak dikenal bahwa ada pencurian uang di kotak amal, kemudian langsung dicek dan benar kotak tersebut dalam keadaan rusak dan dengan kerugian materi Rp. 3.603.000, pelaku berinisial HL dan FT warga Sidoarjo,” ujar perwira dengan dua melati di pundak ini.

Journarlis : Nang
Publisher : Nang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *