Spread the love

Surabaya – Metroliputan7.com, Walikota Surabaya Eri Cahyadi Bersama Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak surabaya AKBP GANIS SETYANINGRUM beserta Baktiono ketua komisi C DPRD kota Surabaya dan tokoh muda Surabaya di pos polisi penyekatan Suramadu di Surabaya. Kamis (10/06//2021) bertempat di Pos Polisi penyekatan Suramadu wilayah Surabaya. Pertemuan antara Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Kapolres Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum serta anggota Komisi C DPRD Surabaya dan beberapa Tokoh Muda Surabaya serta tokoh muda madura dari Ormas Madas madura asli.

Eri Cahyadi walikota Surabaya menyampaikan selama ini surabaya telah melakukan swab bagi warga madura yang masuk kesurabaya dan juga kita melakukan swab yang ada di tempat tempat keramaian diseluruh surabaya hari ini kita fokus di surabaya kalau di disi madura kita nunggu arahan dari gubenur dan kapolda serta pangdam kita mengikuti aja tapi insya alloh surabaya siap karna surabaya madura adalah keluarga juga nanti kalau kita dibutuhkan akan disatukan ujar eri cahyadi sa,at di wawancara awak media.

Dalam penyekatan tersebut ditemukan bahwa masyarakat yang masuk dari Madura ke Surabaya yang di Swab sudah hampir 12 ribu dan beberapa dinyatakan Positif. Melihat perkembangan yang semakin menghawatirkan, Kusnan Hadi mewakili dari tokoh muda menyarankan agar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ikut ambil sebagai penentu tempat penyekatan di dua wilayah ini.

“Dari pantauan kami, penyekatan di wilayah Surabaya lokasinya pas di kaki jembatan Suramadu arah keluar Surabaya, namun Kalau di Kabupaten Bangkalan Madura, penyekatan masih berjarak sekitar 3 Km, jadi seharusnya dari pihak Pemkab membuat penyekatan dikaki pintu masuk dekat Suramadu, di tes disana bila terbukti positif dilarang melanjutkan menyeberang. Pemkot Surabaya hanya menerima surat bersih ( negatif ),” ujar Kusnan

Senada dari itu semua, Ai wafa ketua DPC Ormas MADAS (Madura Asli) Surabaya juga nyatakan, “Kita ( Surabaya ) saat ini kelihatan kewalahan menerima saudara kita yang masuk/kembali, sebab penyekatan di area sana jauh dari penyeberangan, memang yang terbaik harus dekat dengan Jembatan Suramadu, kasihan keluarga dan saudara kita di Surabaya, bila kita ketahuan sakit, namun tetap memaksa pulang ke Surabaya dan menularkan ke keluarga serta saudara kita,”

Ali Wafa tokoh Muda Madura selaku ketua DPC Ormas MADAS surabaya menambahkan,Kami melihat perkembangan penyebaran Covid saat ini yg semakin tinggi di wilayah Jawa timur, khususnya setelah Madura dinyatakan zona merah, Untuk itu kami meminta kepada pemerintah Kab Madura dan Propinsi Jawa timur untuk melibatkan tokoh2 di Madura. Dan kami mengharap dan memohon para sesepuh di Madura..tokoh masyarakat,tokoh agama,Ikut memberi masukan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan guna mencegah penyebaran virus Covid-19.

Journalist : Munawar
Publisher : Nang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *