Spread the love

Opini – Metroliputan7.com, Agama jangan jauh dari kemanusiaan ( Gus Dur ), Agama saya adalah kemanusiaan yang merupakan dasar dari setiap Agama didunia, tidak ada agama yang lebih tinggi dari kemanusiaan ( Abdul Sattar Edhi ), Sebagian manusia yang beragama rasa kemanusiaannya telah mati dan Sebagian manusia yang beragama dihatinya tidak ada bersemayam Tuhan.

Dihatinya yang hidup adalah Ego yang sangat tinggi, sibuk siang malam menyembah Tuhan dan surga menjadi satu2nya tujuan, tidak ada tujuan kemanusiaan, merasa hebat dalam beragama tetapi faktanya didalam dirinya Tuhan telah mati.

Agama mengajarkan pesan2 damai dan ekstremis memutar balikannya ( Gus Dur ).
Agama saya sangat sederhana, agama saya adalah kebaikan ( Dalai Lama XIV ).
Dihati tidak ada lagi beremayam kebaikan, dihati kami yang hidup subur hanya kebencian, diskriminasi dan intoleransi. Agama menampilkan wajah kekerasan, agama menampilkan wajah menakutkan. Tuhan ditangan mereka bukan lagi Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tetapi telah mereka rubah menjadi Maha Kejam, Maha Bengis, Maha Menakutkan dan Maha Intoleran, dan tempat ibadah agama lainpun dilarang berdiri.

Dihati mereka hanya ada kebencian, didalam diri mereka Tuhan telah mati.

Tuhan tidak punya agama ( Mahatma Gandhi ).
Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang, agama tanpa ilmu adalah buta
( Albert Einstein ).
Penguasa agama, penguasa surga, menampilkan wajah sgt sangar bahwa kamilah yg paling benar, mereka beragama tanpa ilmu yg benar, sehingga menjadi buta dan yg buta itu adalah hati mereka, sehingga mereka tidak bisa melihat dan menerima lagi kebenaran.
Untuk sebagian orang agama telah gagal total menjadi panduan moral, dihatinya tidak bersemayam kebaikan, puluhan tahun menyembah Tuhan hanya membuat hatinya sangat keras, ritual agama hanya sekedar kewajiban belaka berharap surga yg hampa makna, dihatinya hanya bersemayam kejahatan, dihatinya tdk bersemayam Tuhan, Tuhan telah mati.

Jangan hanya berhenti mencintai agama, tetapi agamakanlah cinta. ( Gus Dur ).
Jika seseorang benar dlm beragama, agama menjadi panduan moralnya, maka yg keluar dari hatinya dan pesan2 yg dibawanya adalah cinta dan kasih sayang terhadap sesama, rendah hati dan tdk pernah ada ego yg tinggi, tidak pernah sombong dan tidak pernah merasa dirinya yg paling benar.
hidup rukun berdampingan didlm toleransi beragama yg tinggi, saling tolong menolong tanpa pernah bertanya suku maupun agama dan hatinya menjadi bersinar berseri sebab dihatinya bersemayam kebaikan, dihatinya bersemayam kemanusiaan, dihatinya bersemayam Tuhan, Tuhan hidup dihatinya.

Tuhan telah mati ( Friedrich Nietzche ).
Jika seseorang tidak benar beragama maka yg tumbuh dan keluar dari hati itu adalah kebencian, merasa dirinya yg paling benar, ego yg sangat tinggi, nafas mereka radikal dan intoleran. Benci dengan agama lain, melarang berdirinya tempat ibadah agama lain. Yang mereka tampilkan adalah wajah kekerasan dan menakutkan, agama digunakan untuk kejahatan. Mereka rajin beribadah, banyak beribadah, tetapi hampa makna, kosong jiwa, karena dihati mereka tidak ada kasih sayang, tidak ada cinta, tidak ada hakikat agama
” Kemanusiaan “. Siang malam membaca ayat suci dan menyembah Tuhan, tetapi hati mereka tidak pernah dibersihkan, hati hitam penuh kebencian, dihati mereka tidak pernah bersemayam Tuhan, dihati mereka Tuhan telah mati.

Tidak penting apapun agama atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yg baik untuk semua orang, karena orang tidak pernah tanya apa agamamu. ( Gus Dur ).

Kita beda suku, beda agama
Tetapi kita satu Indonesia
Didalam kemanusiaan kita bersaudara.

Penulis : Idham
Publisher : Nang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *