Spread the love

Surabaya – metroliputan7.com – polemik tentang viralnya diskriminasi terhadap warga Madura tentang penyekatan di Suramadu akhirnya menemui titik terang.Pemkot Surabaya mengadakan audensi dgan ormas GAS dan beberapa ormas Madura lainnya termasuk aliansi Madura perantau (AMP) dan Madura asli (madas).

Menurut korlap aksi GAS bapak Bob Hasan ST.Aksi ini adalah mewakili aspirasi dari beberapa warga Madura yg mengeluh dengan adanya penyekatan dan tes swab ini karena pelumpuhan ekonomi sangat terasa.

“Maka dari itu kita mengajukan kepada Pemkot surabaya agar lebih memperhatikan masalah UMKM/pedagang yang dari Madura kesurabaya, juga Pemkot Surabaya akan memberi kebijakan masalah hasil tes swab agar lebih panjang tidak hanya 2 hari”tuturnya.

Menurut ketua umum Aliansi Madura Perantau H.nawadi dengan viralnya masalah diskriminasi terhadap warga madura ternyata ini hanya pemelintiran dan ini sudah dikonfirmasi langsung oleh ketua dari GAS Bob Hasan.

“Intinya kita sebagai sesama warga Madura kita harus gotong royong bahu membahu membantu warga Madura yg mana dimadura sekarang terdampak virus Covid-19, dimana kita sekarang bersama tretan2 Madura ini berkomitmen terjun kelapangan membantu mensosialisasikan bahwa Covid-19 ini belum selesai, dan bersama2 membantu menanggulangi bencana Covid-19 dimadura ini”ujarnya.

Menurut ketua umum madas H.berlian, sebenarnya masalah viralnya diskriminasi terhadap warga madura itu hanya miskomunikasi saja.”Sebenarnya permintaannya orang Madura bukan masalah penyekatan tapi tentang masalah tes swab yg hanya berlaku 2 hari, kasihan orang yg tiap hari kerja dari Madura ke Surabaya, tiap 2 hari swab dan Pemkot akan mengkaji kebijakan masalah berlakunya hasil tes swab agar lebih panjang”pungkasnya.

Journalist : Q-Z

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *