Spread the love

Surabaya – Metroliputan7.com, Aksi Para jurnalis Surabaya, Kasus Kematian Marsal Salem Harahap (42), Akibat Tembakan di dalam Mobil Sekitar rumahnya jl. Huta VII Nagari Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simanlungun Sumatera Utara, Tindak kekerasan Insan Pers Indonesia dan juga Suatu bukti tidak terhitungnya kejadian yang di alami para wartawan /Jurnalis beraktifitas(Bekerja) Hingga selama ini pula, Hanya sedikit terungkap kasusnya, Kebanyakan Esekutornya Yang diadili sementara Penyuruhnya (Otak pelaku) Bebas berkeliaran ?
Masih Press Release, Aksi jurnalis/Wartawan Surabaya, Di Polda Jatim, lokasi orasi didepan polda jatim jl. A. yani 116, Surabaya, Jum’at sekitar pukul 13.00 Wib – Selesai. ((25/6/2021), Alm Mara salem harahap (marsal) Meninggal 18 juni 2021, Pemimpin Redaksi (Pemred) Media Lassernewstoday.com. Mengingat Karya Almarhum :

  • Penyelewengan terjadi di PTPN, Melibatkan Pejabat setempat.
  • Peredaran Narkoba dan Judi di kota Siantar dan Kabupaten Simalungun.
  • Maraknya Bisnis Hiburan Malam, Yang di duga melanggar peraturan dan lain – lain.
    Sebelum Terjadinya Peristiwa Meninggal Alm Marsalh, Ada beberapa Kali kejadiaan yang Para rekan jurnalis yang lain di antaranya :
  • Pembakaran rumah Abdul Kohar Lubis wartawan Linktoday.com, yang berada di kota Siantar (29/5/2021).
  • Mobil Jurnalis Metro TV Purwanto di bakar oleh OTD di sergai (31/5/2021).
  • Rumah orang tua wartawan di Binjai juga di Bakar OTD (3/6/2021).
    Banyaknya persoalan kasus TIDAK PELAKU YANG DI TANGKAP untuk di hadirkan Kemeja Hijau Pengadilan. Suara Tekanan dari Wakil Ketua DPR RI, Pangeran Khairul saleh dan Komite Penyelamatan Jurnalis, Meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Kapolda Sumut, Segera menuntaskan persoalan Penembakan ini, Berharap pelaku Eksekutor Maupun penyuruhnya (Otak yang memerintahkan ) Segera di tangkap dan di adili.
    Berdasarkan :
    UU PERS NO.40 TAHUN 1999, PASAL 8 KEBEBASAN DI JAMIN UU DAN PASAL 1 POIN 11, Di RUGIKAN PEMBERITAAN, DAPAT MELAKUKAN HAK JAWAB YANG JUGA DI LINDUNGI UU.
    Masih Relese, Pernahkah hal ini di lakukan pada pelaku..?!
    dalan penafsiran.. fakta/relitanya kebanyakan para korban yang meninggal maupun di penjara maupun dalam bahasan kriminalisasi wartawan mendapatkan rekom DP Alias perbuatan Hukum sehingga KUHP lah yang diputuskan oleh pengadilan tanpa melihat kedua belah pihak persoalannya..?
    ” DI MANAKAH FUNGSI DP DALAM HAL INI..?!
    Para Aksi Jurnalis Surabaya Merasa bersukur Cepatnya proses penangkapan pelaku tersebut, Pintu ini yang membuat kami berharap agar kasus – kasus kriminal pada Jurnalis segera juga di selesaikan harapan para Aksi/demo kasus Mara salem harahap agar tidak terjadi di Indonesia dan jawa timur, Khususnya wilayah Surabaya, Semua para pelaku baik Sipil atau Aparat, di lakukan secara terang benderang,terbuka dalam proses Hukumnya.
    ” Seruan Aksi Jurnalis Kota Surabaya ” mengatakan, Kami Jurnalis Surabaya, Sangat prihatin dengan kejadian tersebut, Adapun tuntutannya di bawah ini :

Meminta Kapolri dan Segenap jajaranya (kapolda sumut) Untuk Menuntaskan kasus Meninggalnya Wartawan Mara salem harahap dan Menangkap Serta Menghukum Otak pelaku tersebut.

Meminta DP (Dewan Pers) Mengawal Kasus tersebut hingga tuntas , Kalau tidak Mampu Lebih baik DP di bubarkan saja sebab selama ini DP hanya sekedar menjadi Icom pers belaka, yang gagal melindungi Para jurnalis. Korlap Aksi Slamet Basudewa TV.
masih Aksi/demo selaku Orasi, Udin Sakera, Yanto ireng, Budi Santoso, Wardoyo SH (sinyo), dari pelaku orasi Udin Sakera dan Budi Santoso dalam pembicaraannya kebanyakan dari Press Release, Yanto ireng dan Wardoyo juga ada bagian dari press releases menyatakan, POLRI harus berani mengungkap dan menangkap dalang intelektual pembunuh Marsal Harahap.

Karena para eksekutor tidak ada korelasinya dengan korban, dan perlu diketahui bahwa kasus terbunuhnya Marsal Harahap ini akibat ketidakbecusan Dewan Pers atau bisa dikatakan bahwa ada konspirasi dengan Dewan Pers, Beberapa waktu yang lalu korban pernah melaporkan kasus ke Dewan Pers bahkan korban malah dipenjarakan.

Maka kami sepakat untuk mereformasi Dewan Pers, atau kalau memang Dewan Pers tidak bisa berbuat banyak atas kasus terbunuhnya Marsel Harahap, lebih baik BUBARKAN SAJA Dewan Pers, dalam Orasinya, Setelah itu para aksi di terima polda jatim untuk delegasi yang berjumlah 11 orang diterima langsung oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli.
Dalam penyampaiannya para delegator mempresur Polda Jatim untuk menyampaikan Kasus terbunuhnya Marsal Harahap ke Mabes Polri dan Polda Sumatera utara untuk mengungkap dan segera menangkap dalang pembunuhan terhadap jurnalis Marsal Harahap.

Karena asumsi para delegator, bahwa eksekutor tidak ada korelasinya dengan korban pembunuhan alias orang orang suruhan.

Lebih dari itu para delegator Meminta jaminan kepada aparat kepolisian agar kasus yang terjadi di Sumatera utara, tidak terjadi di Surabaya Jawa Timur maupun kota kota lainnya di Indonesia, Perwira dengan tiga melati dipundak itupun menjamin Insya Allah itu tidak akan terjadi khususnya di Surabaya maupun Jawa Timur.

Karena saya selaku kabid humas sudah menginstruksikan kejajaran bawah, baik tingkat Polres, maupun Polsek se Jawa Timur untuk selalu bermitra dengan kawan kawan media, dan juga memberikan kemudahan dalam ssgala urusan yang menyangkut kepentingan publik.

“Diakhir audensinya Kabid humas Polda Jatim akan membantu apa yang menjadi tuntutan dari rekan rekan media untuk menindak lanjuti kasus terbunuhnya awak media di Sumatera Utara tersebut,” tutup para delegasi aksi jurnalis Surabaya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *